Thursday, September 23, 2021
Home Consulting Industri Perbankan Diprediksi Lanjutkan Tren Positif Pencetakan Laba

Industri Perbankan Diprediksi Lanjutkan Tren Positif Pencetakan Laba

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Staf Ahli Pusat Studi BUMN sekaligus pengamat perbankan, Paul Sutaryono, memprediksi industri perbankan berpotensi melanjutkan tren percetakan laba positif pada paruh kedua tahun ini.

Paul turut menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit perbankan sudah positif pada semester pertama tahun ini. Hal itu masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun yang akan berdampak pada kinerja laba perbankan.

Likuiditas perbankan, kata dia, saat ini sudah terlalu banyak dan memberi beban pada perbankan bila tidak segera disalurkan.

“Tidak ada alasan bagi bank untuk tidak menggenjot kucuran kredit karena likuiditas perbankan sedang melimpah. Bank juga sudah gencar menggandeng fintech untuk memperderas penyaluran kredit.” Ungkapnya, dikutip dari Bisnis (2/8).

Baca juga: Semester Pertama 2021, Maybank Indonesia Catat Laba Sebelum Pajak (PBT) Rp762 Miliar

Meski begitu, Paul tetap menggarisbawahi, keberhasilan upaya mengelola pandemi merupakan kunci utama bagi pertumbuhan kredit industri perbankan nasional.

Maka dari itu, menurutnya ketika evaluasi PPKM Darurat menunjukkan hal positif maka kemungkinan besar aturan itu akan menurun ke level yang lebih rendah.

Maka dari itu, tambahnya, bank perlu menggenjot kinerja walaupun harus memperbesar risk appatite. Menurutnya, bank perlu lebih berani untuk mengambil risiko yang sudah diperhitungkan.

“Jika tidak, akibatnya, rasio kredit bermasalah juga akan tertekan. Hal itu bisa mendorong kenaikan cadangan bahkan dapat menggerus modal. Padahal modal harus terus dikerek tinggi-tinggi mengingat modal sebagai elemen utama bagi sektor jasa keuangan seperti perbankan, pembiayaan dan perasuransian.” Kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa perbankan sejauh ini memiliki rasio kecukupan modal yang kuat. Selain itu, bank-bank BUMN bahkan sudah siap dengan rencana penyuntikan modal baru untuk meningkatkan lagi kapasitas modalnya di tengah ketidakpastian akibat pandemi.

“Untuk itu, bank pun wajib menggenjot tingkat efisiensi lebih tinggi. Bagaimana kiatnya, yakni menyediakan aneka produk berbasis IT.” Pungkasnya. (W/ZA)

Most Popular