Thursday, June 17, 2021
Home Cooperation Biontech Akan Bangun Pabrik Vaksin di Singapura

Biontech Akan Bangun Pabrik Vaksin di Singapura

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Perusahaan bioteknologi asal Jerman, Biontech, pada Senin (10/5) kemarin menyatakan akan membangun fasilitas vaksin mRNA yang terintegrasi penuh di Negara Singapura.

Seperti dilansir Republika, Singapore Economic Development Board (EDB) telah mendukung pabrik vaksin Biontech. Berdasarkan informasi dari perusahaan, fasilitas tersebut akan beroperasi pada 2023 mendatang.

Rencananya, Biontech akan turut mendirikan hub pertamanya di kawasan Asia-Pasifik dengan kantor pusat regional berada di Singapura. Ugur Sahin, kepala eksekutif (CEO) dan salah satu pendiri Biontech menuturkan bahwa hal tersebut dilakukan Mei meningkatkan kapabilitas perusahaan.

“Memiliki banyak simpul dalam jaringan produksi kami merupakan langkah strategis yang penting dalam membangun jejak dan kapabilitas global kami.” Tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Minta Daerah Genjot Vaksinasi

Berdasarkan keterangannya, Biontech, menuturkan bahwa pabrik yang akan dibangun akan memproduksi mRNA secara otomatis. Diperkirakan, fasilitas tersebut mampu menghasilkan ratusan juta dosis per tahun, bergantung pada vaksin tertentu.

“Investasi ini akan memungkinkan Singapura untuk mengembangkan kapabilitas dalam modalitas terapeutik baru yang penting. Sebagai bagian dari strategi untuk menumbuhkan industri biofarmasi kami.” kata Beh Swan Gin, ketua EDB.

Untuk diketahui, kinerja keuangan Biontech pada kuartal pertama 2021 (Q1) yang belum diaudit menunjukkan pendapatan yang meroket menjadi sekitar 2,05 miliar euro (US$ 2,5 miliar atau Rp 35,5 triliun) setelah kurang dari 28 juta euro pada Q1 tahun lalu.

“Peningkatan pendapatan ini terutama karena pasokan vaksin Covid-19 yang meningkat pesat di seluruh dunia.” Terang perusahaan.

Selain itu, setelah pengiriman kontrak pasokan vaksin covid-19 yang saat ini ditandatangani diperkirakan pendapatan biontech air vaksin covid-19 sekitar 1,8 miliar dosis adalah 12,4 miliar euro (Rp 213 triliun). (W/ZA)

Baca juga: Tekan Biaya Rapid Antigen, Kemenhub Pakai GeNose di Stasiun dan Terminal

Most Popular