Jakarta, BusinessNews Indonesia- Twitter meluncurkan kemampuan untuk mengedit tweet untuk pelanggan Twitter Blue di Kanada, Australia dan Selandia Baru, jaringan sosial mengumumkan pada hari Senin yang dilansir dari techcrunch.com pada Kamis (06/10).
. Perusahaan mengatakan tombol edit akan segera diluncurkan ke pelanggan Blue di AS, tetapi tidak memberikan tanggal peluncuran yang spesifik.
Pelanggan Twitter Blue di negara-negara ini sekarang dapat mengedit tweet mereka hingga 30 menit setelah memposting. Tetapi pengguna hanya dapat mengedit tweet mereka lima kali dalam jangka waktu 30 menit ini. Ada kemungkinan bahwa Twitter memperkenalkan batasan ini untuk menghentikan orang menyalahgunakan fitur dengan mengubah konten secara drastis, sambil tetap memberi pengguna cukup waktu untuk memperbaiki kesalahan ketik atau menambahkan tagar.
Setelah pengguna mengedit tweet, itu akan menampilkan stempel waktu yang menunjukkan kapan tweet tersebut diedit. Orang yang membaca tweet dapat mengetuk label untuk melihat riwayat edit tweet.
Saat pengguna menggulir feed mereka, tweet yang diedit akan menampilkan ikon pensil kecil di sebelahnya untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa tweet tersebut telah dimodifikasi.
Twitter sebelumnya mengatakan kepada TechCrunch bahwa mereka akan mengamati bagaimana orang menggunakan tombol edit, dan bahwa jumlah pengeditan yang tersedia untuk pengguna dalam jangka waktu yang disetujui dapat berubah.
Jejaring sosial ini sebelumnya mengatakan bahwa mereka memperkenalkan fitur tersebut kepada pengguna berbayar terlebih dahulu untuk mengumpulkan lebih banyak umpan balik sehingga dapat menyempurnakan fungsi tombol edit yang sesuai.
Tombol edit bisa dibilang fitur yang paling banyak diminta Twitter, jadi tidak mengherankan jika perusahaan ingin mengujinya dengan sekelompok kecil orang sebelum meluncurkannya lebih luas. Rilis terbatas juga memberi Twitter kesempatan untuk melihat apakah orang menyalahgunakan fitur baru, karena itu akan memberi Twitter waktu untuk menerapkan perlindungan tambahan jika diperlukan.
“Dengan Edit Tweet, kami berharap membuat Tweeting lebih mudah dan lebih mudah didekati, memberi orang lebih banyak pilihan dan kontrol dalam cara mereka mengekspresikan diri dan bagaimana mereka berkontribusi pada banyak percakapan yang terjadi di Twitter,” kata perusahaan itu dalam posting blog bulan lalu.
Peluncuran resmi tombol edit datang sebulan setelah Twitter mengatakan akan meluncurkan fitur tersebut. Sejak itu, perusahaan telah menguji fitur di akunnya sendiri untuk menunjukkan kepada pengguna seperti apa tampilan tweet yang diedit.
Twitter Blue saat ini hanya tersedia di Australia, Kanada, Selandia Baru, dan A.S. Jejaring sosial belum mengatakan kapan mereka berencana untuk meluncurkan paket berlangganan ke negara lain, apalagi ketika berencana untuk meluncurkan tombol edit ke negara lain. dari penggunanya. (DAF)
Comments are closed.