Perekonomian Indonesia Terkontraksi 0,74 Persen, Bank Mandiri: Tren Pemulihannya Terus Berlanjut
BusinessNews Indonesia – Di tahun kedua pandemi Covid-19 ini, kondisi perekonomian Indonesia masih mengalami kontraksi. Berdasarkan rilis Bank Mandiri, perekonomian Indonesia di triwulan I-2021 terkontraksi 0,74 persen (yoy). Namun menurutnya, tren pemulihannya tetap menunjukkan peningkatan.
Hal ini ditegaskan oleh Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan dalam acara Economic Outlook and Industry 2021 secara virtual di Jakarta, Rabu, (19/05/2021).
“Triwulan I-2021 ekonomi Indonesia terkontraksi 0,74 persen (yoy). Meski masih kontraksi, namun secara umum perekonomian Indonesia menunjukkan tren pemulihan berlanjut,” katanya.
Panji menyatakan tren pemulihan yang berlanjut tersebut didukung oleh front loading stimulus, belanja modal pemerintah dan meningkatnya ekspor sejalan dengan meningkatnya harga komoditas global.
Indikator Perekonomian Indonesia Membaik
Panji menjelaskan berbagai indikator kondisi ekonomi terus menunjukkan perbaikan seperti tingkat kepercayaan masyarakat yang mulai pulih yaitu pada Maret hingga April didorong menurunnya kasus harian Covid-19 dan berlanjutnya vaksinasi.
Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada April 2021 kembali ke level optimis tercermin dari jumlah frekuensi dan nilai yang ditransaksikan sehingga menandakan peningkatan ekspektasi konsumen kepada kondisi ekonomi ke depan yang optimistis.
“Pulihnya kepercayaan masyarakat memicu meningkatnya belanja konsumen menjelang perayaan Lebaran,” ujarnya.
Tak hanya itu aktivitas investasi turut menunjukkan pemulihan yaitu melalui indikasi meningkatnya impor bahan baku dan barang modal masing-masing 10,2 persen (yoy) dan 11,5 persen (yoy) pada Triwulan I-2021 serta impor bahan baku dan barang modal yang sudah tumbuh positif.
Baca juga: Sediakan Akses Internet Gratis Bagi Masyarakat, Pemkot Kupang Gandeng Biznet
Baca juga: Kecilin Kolaborasi dengan Primacom Agar Sistem Pelayanan Lebih Efektif
“Aliran investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) periode Triwulan I-2021 juga menunjukkan pertumbuhan positif yakni 14 persen,” katanya.
Panji mengatakan pulihnya konsumsi dan investasi ini akan mampu menopang pemulihan ekonomi ke depan sehingga tahun ini diproyeksikan pertumbuhan positif.
”Itu tiga sinyal yang kita yakini dan harapkan continue ke tiga kuartal ke depan sehingga laju perekonomian positif,” tegasnya. (Ed.AS/businessnews.co.id/antara).
Comments are closed.