Ganjar Pranowo Konsisten Naik Kalahkan Prabowo dan Anies dalam Survei Elektabilitas
Ganjar Pranowo Konsisten Naik Kalahkan Prabowo dan Anies dalam Survei Elektabilitas

BusinessNews Indonesia – Indikator Politik Indonesia (IPI) menggelar survei yang menggali pendapat masyarakat mengenai kebebasan demokrasi, penanganan pandemi dan pilkada serentak 2020. Di sisi lain, survei ini turut menggali pendapat masyarakat mengenai elektabilitas sejumlah tokoh terkait pemilihan presiden 2020. Dalam survei-survei sebelumnya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, selalu berada pada urutan pertama kini disalip oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang secara kontinu elektabilitasnya terus naik.

“Survei Bulan Februari (2020) itu adalah survei base line, sebelum kita memasuki pandemi secara resmi Bulan Maret. Waktu itu Pak Prabowo unggul 22,2%, Ganjar 9,1%, Anies saat itu 12,1%, Mas Sandi 9,5 %,” ucap Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi, secara daring 25/10).

Burhanuddin mengungkapkan terdapat perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu, dimana pada Mei 2020 Prabowo dari 22% ke 14%, Ganjar dari 9% ke 11,8%, Anies menjadi 10,4% dan seterusnya. Kemudian pada Bulan Juli 2020, Prabowo menjadi 13,5%, Ganjar 16,2%, Anies 15% dan seterusnya.

“Tapi, Ganjar sama Anies sama Pak Prabowo tidak signifikan secara statistik,” jelas Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin pandemi mengubah konstelasi politik Indonesia karena sebelum pandemi Prabowo memiliki elektabilitas yang signifikan jika di banding tokoh lainnya. terbukti pada survei Bulan September terjadi perubahan yang cukup berarti dalam persentase.

“Di Bulan September, Ganjar naik lagi. Jadi Ganjar konsisten di tiga survei terakhir. Pak Prabowo naik di Bulan September ini jadi 16,8%. Anies masih stagnan. Sandi Stagnan juga di angka 8,8% atau 9%. Ridwan Kamil di angka 8%. Mas AHY kisarannya 4-7% belum berubah,” tambahnya.

Survei ini dilakukan pada 24-30 September 2020 dengan 1.200 responden yang dipilih secara random. Survei ini menggunakan metode wawancara via telepon dengan margin of eror 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. (W/ZA)