Thursday, June 17, 2021
Home Economy Perdagangan BEI di Minggu Terakhir Mei Tercatat Masih Positif

Perdagangan BEI di Minggu Terakhir Mei Tercatat Masih Positif

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir Mei masih tercatat pada zona positif. Rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 32,74 persen atau sebesar Rp14,121 triliun dari Rp10,638 triliun pada pekan sebelumnya menjadi yang tertinggi peningkatannya.

Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa. Tercatat terjadi kenaikan sebesar 32,05 persen menjadi 20,697 miliar saham dari 15,674 miliar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi harian bursa juga meningkat 7,16 persen menjadi 1.106.572 kali transaksi dari 1.032.644 kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

Baca juga: BI Catat Modal Asing Masuk Rp 6.13 Triliun dalam Sepekan

Dilansir dari Bisnis (29/5), kapitalisasi pasar selama periode 24-28 Mei 2021 turut naik sebesar 1,32 persen. Atau menjadi Rp6.922,886 triliun dari Rp6.832,583 triliun pada pekan lalu. Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat pada level 5.848,616. Angka ini meningkat 1,31 persen dari penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 5.773,120.

Di samping itu, Investor asing pada Jumat (28/5) mencatatkan nilai beli bersih Rp1,298 triliun. Secara total, sepanjang 2021 investor asing sudah melakukan beli bersih sebesar Rp11,097 triliun.

Dalam pekan ini pun tercatat ada 1 (satu) pencatatan saham perdana di pasar modal. Pencatatan dilakukan pada Senin, (24/5), dimana PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) resmi tercatat pada Papan Pengembangan BEI.

HOPE tercatat sebagai perusahaan ke-17 yang tercatat di BEI sepanjang 2021. HOPE adalah Perusahaan jasa pemasangan karoseri kendaraan komersial pertama yang sahamnya tercatat di Bursa.

Untuk diketahui, HOPE bergerak dalam sektor Industrials dengan sub sektor Industrial Goods. Sementara Industri HOPE masuk ke dalam Machinery dengan sub industri Construction Machinery & Heavy Vehicles. (W/ZA)

Baca juga: Tahun Ini Dua Anak Usaha BUMN Akan IPO

Most Popular