Menuju Terminal Petikemas Berstandar Internasional, PT IPC TPK Maksimalkan Digital System & Human Capital
Menuju Terminal Petikemas Berstandar Internasional, PT IPC TPK Maksimalkan Digital System & Human Capital

BusinessNews Indonesia – PT IPC Terminal Petikemas maksimalkan digital system dan human capital untuk mencapi visi misi perusahaan. Visi menjadi operator terminal petikemas yang berstandar internasional serta unggul dalam operasional dan layanan ini semakin direalisasikan secara bertahap. Hal ini disampaikan oleh tim presentasi IPC TPK Kamis (22/10) dalam acara penjurian virtual Digital Marketing & Human Capital (DMHC) Award 2020.

Acara dengan dengan tema ‘’Transforming Human Capital Value through Digital Marketing’’ ini diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia yang bekerjasama dengan IMA (Indonesia Marketing Association) dan FHCI (Forum Human Capital Indonesia). Serta didukung oleh para pakar dan professional di bidang Digital Marketing, Human Capital, ICT, Riset & Inovasi, yang tergabung di dalam Dewan Juri Digital Marketing & Human Capital Awards 2020.  Selain itu. acara ini juga didukung oleh beberapa perusahaan konsultan Digital Marketing, Manajemen, dan Human Capital.

Untuk mencapai target standar internasional tersebut, IPC TPK menyampaikan roadmap perusahaan dari tahun 2020 sampai 2024.

“IPC TPK saat ini tengah berada pada tahap leading in nation, nanti pada tahun 2021 fokus pada national synergi, tahun 2022 business integration, tahun 2023 trade enabler & anorganic growth, dan tahun 2024 digitalized ecosystem,” terang corporate secretary IPC TPK Amanda Maulina.

Amanda menyebut, tahap leading in nation ini mengharuskan perusahaan memiliki bisnis yang stabil dan terus tumbuh sehat secara keuangan, penjajakan pengoperasian terminal di luar IPC Group maupun Global player, serta mengimplementasikan green & enchanced IT terminal system.

Peningkatan IT teriminal pun dijalankan dalam digital system yang terdiri dari operation, billing, dan customer.

“Digital system dalam hal Operation, IPC TPK sudah menerapkan OPUS (istem perencanaan penataan barang baik di kapal maupun di lapangan), I-TOS (IPC Terminal Operating System) dan LINIOS. Sementara billing menggunakan News Billing System (NBS), dan Customer bisa memanfaatkan e-Services,” imbuhnya.

Untuk e-services, pelayanan IPC TPK semakin mempermudah customer baik dalam hal booking, approval services, track and trace, payment, billing & document, dan security.

“Saat ini sangat mudah, dengan e-services customer juga bisa melacak sampai mana pengiriman,” tegas Amanda. Sebagaimana yang dipaparkan, pelayanan IPC TPK sekarang menjangkau pasar domestik dan juga OCEAN going.

Anak perusahaan dari Pelabuhan Indonesia II ini memiliki berbagai strategi untuk meningkatkan branding dan marketing. Perihal membranding, IPC TPK sering menghadiri international event, hingga awarding. Sementara marketing IPC TPK masih menerapkan justru menggunakan digital dan konvensional marketing.

“Digital marketing ini seperti customer visit online, customer survey online, email blast, hingga pengoptimalan website. Sementara konvensional marketing biasa dilakukan seperti customer gathering. Namun saat ini pandemi, digital marketing menjadi kunci utama,” imbuhnya.

Adapun strategi human capital, IPC TPK menyiapkan secara komperehensif. Human capital ini ditinjau dari sisi performance, services, operation, preventive, compensation & benefit, meeting & training, maintaining, dan office management.

“IPC TPK tengah menghilangkan citra kaku apalagi banyak diisi oleh milenial. Untuk pengembangan skill para staff, selain training IPC TPK juga banyak menyiapkan scholarship hingga di luar negeri seperti di Amerika dan Eropa,” imbuhnya.

Dalam penjurian ini, tim presentasi IPC TPK terdiri dari Amanda Maulina (corporate secretary), Ivantheaus Siregar, Muhammad Hadian Arief, Muhammad Hadian Arief, Fransisca Rizky Kurnia Putri, dan Yandri. Tim ini saling melengkapi jawaban dari para juri.

Sementara jajaran juri terdiri dari Ir. Haryono MSc. (Bioinformatics and Data Science Research Center, Binus University), PhD. Dr. Dewi Hanggraeni, SE, MBA, CA, CACP (Lecturer at Faculty of Economics and Business, University of Indonesia), Sofyan Rohidi, MM (Executive Director of Forum Human Capital Indonesia), Sophan Supandi, M.M, CPM (Asia), CPC (President of IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter DKI Jakarta), dan Endro Gunawan, BSc, MSc CEO Portege Cld Teknologi, IT Expert for Smart Corporate Information & Management System). (ZA)