Travel_Insurance-Jasindo

Atasi Krisis Iklim di Asia Pasifik, ADB Siap Gelontorkan US$100 Miliar

JAKARTA, businessnews.co.id – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyetujui reformasi manajemen modal yang bertujuan untuk membuka peluang pendanaan baru senilai US$100 miliar untuk mengatasi perubahan iklim di kawasan Asia Pasifik.

“Reformasi penting ini akan secara signifikan memperluas kemampuan ADB untuk mendukung berbagai upaya pembangunan penting di Asia dan Pasifik, termasuk sumber daya lunak yang lebih besar bagi anggota-anggota kami yang rentan,” ujar Presiden ADB, Masatsugu Asakawa dalam keterangan resmi dikutip Minggu (1/2).

ADB menerangkan, ekspansi dana tersebut nantinya akan ditingkatkan dengan melakukan mobilisasi modal swasta dan domestik. Langkah tersebut sebelumnya telah diperkenalkan melalui pembaruan kerangka kecukupan modal, atau capital adequacy framework (CAF).

“Kekuatan pinjaman ekstra ini akan ditingkatkan dengan upaya-upaya memobilisasi modal swasta dan domestik serta memaksimalkan dampak pekerjaan kami,” terangnya.

Mobilisasi modal swasta dinilai ADB memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan investasi senilai miliaran hingga triliunan dolar AS. ADB menyebutkan berbagai upaya di tingkat hulu akan berdampak terhadap terciptanya kebijakan makroekonomi maupun lingkungan yang mendukung investasi swasta, baik di domestik maupun asing.

Lebih dari itu, reformasi ini juga disebut akan menciptakan penyangga pinjaman kontrasiklikal (countercyclical lending buffer). Fasilitas pinjaman ini nantinya akan bermanfaat untuk mendukung negara-negara berkembang anggota ADB dalam menghadapi krisis.

Masatsugu Asakawa menjelaskan, keputusan ini juga menjadi bagian respons ADB terhadap seruan bank-bank pembangunan multilateral (MDBs) untuk melakukan lebih banyak aksi terkait krisis pembangunan berkelanjutan melalui sumber daya yang ada.

Nantinya, sumber daya ini disebut ADB akan membantu kawasan Asia dan Pasifik untuk mengelola serangkaian krisis yang tumpang tindih, mengatasi ketidaksetaraan gender, dan memenuhi kebutuhan dasar dalam konteks tantangan eksistensial perubahan iklim.

Comments are closed.

Slot777
Rajapkv
DivaQQ