Keluar Resesi, Ekonomi Indonesia Tumbuh 7 persen

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Indonesia resmi keluar dari resesi setelah mampu tumbuh lebih dari 7 persen. tepatnya, ekonomi Indonesia atau produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2021 tumbuh positif 7,07%.

Seperti diketahui, pada empat triwulan berturut-turut sebelumnya, ekonomi Indonesia terkontaksi atau negatif karena pandemi Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2021 ini secara year-on-year (yoy) tumbuh sebesar 7,07%. Secara quarter to quarter (q-to-q) tumbuhnya 3,31%.” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, dikutip pada Jumat (6/8).

Sebagai informasi, pada triwulan II 2020 lalu, ekonomi RI terkontraksi sangat dalam hingga minus 5,32%. Lalu pada triwulan III 2020 juga masih terkontraksi minus 3,49%. Sedangkan pada triwulan IV 2020 terkontraksi minus 2,19% serta pada triwulan I 2021 terkontraksi minus 0,74%.

Baca juga: Sepekan PPKM, Perdagangan BEI Mayoritas di Zona Hijau

Di sisi lain, sejumlah negara mitra dagang Indonesia juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada triwulan II 2021 ini. Cina misalnya, mampu tumbuh di angka 7,9%, sementara Amerika Serikat tumbuh dua digit, yaitu 12,2%. Sedangkan Singapura mampu terbang di angka 14,3%. Selanjutnya berturut-turut Korea Selatan 5,9%, Vietnam 6,6%, Hong Kong 7,5% dan Uni Eropa 13,2%.

Dalam paparan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 secara daring ini, BPS menuturkan ada sejumlah faktor yang memicu pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2021 di beberapa negara ini karena dipicu dua faktor. Pertama, memang ada faktor pemulihan ekonomi, dan kedua karena ada faktor low base dari kontraksi ekonomi di triwulan II 2020.” pungkasnya. (W/ZA)

Baca juga: Pertamina Tembus Fortune Top 500 Saat Pandemi, Erick Yakin Bisa Lebih Baik Lagi

Comments are closed.