Sunday, October 17, 2021
Home Startup Twitter Luncurkan Fitur Dropdown untuk Saring Informasi Salah tentang Covid-19

Twitter Luncurkan Fitur Dropdown untuk Saring Informasi Salah tentang Covid-19

BusinessNews Indonesia – Twitter kini sudah meluncurkan fitur baru yang akan dapat menyaring informasi-informasi salah, disinformasi, terkait berita-berita tentang Covid-19.

Twitter juga mengumumkan mulai hari Selasa (17/8) para pengguna dapat melaporkan informasi yang salah melalui proses yang sama seperti pelecehan atau konten berbahaya lainnya, melalui menu dropdown di kanan atas setiap cuitan, tweet.

Pengguna Twitter juga akan diminta untuk memilih apakah komentar menyesatkan tersebut bersifat politis, terkait kesehatan, atau termasuk dalam kategori lain.

Kategori politik mencakup bentuk disinformasi yang lebih spesifik seperti konten yang terkait dengan pemilu. Kategori kesehatan juga akan menyertakan opsi bagi pengguna untuk menandai informasi yang salah terkait Covid-19. Demikian dikutip dari The Verge, Rabu, (18/08/2021).

Fitur baru ini akan mulai tersedia pada Selasa untuk sebagian besar pengguna di AS, Australia, dan Korea Selatan. Twitter berharap bisa menjalankan eksperimen ini selama beberapa bulan sebelum memutuskan untuk meluncurkannya ke pasar global.

Twitter juga mengatakan bahwa tidak setiap laporan akan ditinjau karena platform terus menguji fitur tersebut. Tetapi data yang diperoleh melalui pengujian akan membantu perusahaan menentukan bagaimana mereka dapat memperluas fitur selama beberapa minggu ke depan.

Tes tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi tweet yang berisi informasi yang salah yang berpotensi menjadi viral di dunia maya.

Baca juga: BSI Sepakati Perubahan Susunan Dewan Komisaris di RUPSLB

Baca juga: DEN Sebut Suplai Gas Lebih Tinggi, Kemungkinan Ekspor hingga 2030

Bulan lalu, pemerintahan Biden mengambil sikap yang lebih kuat terhadap informasi yang salah karena varian baru Covid-19 terus menyebar. Presiden Biden mengatakan kepada wartawan pada bulan Juli bahwa platform media sosial seperti Facebook “membunuh orang” dengan informasi yang salah tentang vaksin.

Baca juga: Masa PPKM Level 3 dan 4, Syarat Naik KA Belum Ada Perubahan

Baca juga: Produksi Riset Indonesia Harus Capai Standar International

(ed.AS/businessnews.co.id/AN)

Most Popular