Thursday, June 17, 2021
Home Life Style Peduli Perubahan Iklim, Indonesia Respon Inisiasi Gerakan Tanam Pohon Ber-NAMA

Peduli Perubahan Iklim, Indonesia Respon Inisiasi Gerakan Tanam Pohon Ber-NAMA

BusinessNews Indonesia – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia yang jatuh pada 5 Juni 2021, Indonesia Respon melalui program peduli perubahan iklimnya menginisiasi lahirnya Gerakan Tanam Pohon Ber-NAMA yang bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya pemanasan global.

Ini juga respon terhadap percepatan lajunya gletser yang mencair di antartika, dan jika tidak terkendali akan mengakibatkan kenaikan permukaan air laut setinggi 30 – 65 cm di tahun 2030 nanti.

Menurut Founder Indonesia Respon, Herie Marjanto mengatakan bahwa gerakan ini adalah salah satu misi Indonesia Respon, yaitu peduli terhadap perubahan iklim. Bahwa terjadinya pemanasan global ini akibat efek rumah kaca, apabila dibiarkan akan berdampak terhadap kerusakan ekosistem di dunia dan salah satu tandanya adalah dengan mencairnya gletser di kutub.

“Kami mengajak kepada masyarakat semua, para pimpinan daerah, kementrian lingkungan hidup, serta perusahaan-perusahaan, khususnya usaha yang mengeksploitasi dan eksplorasi alam, untuk ambil bagian dalam gerakan ini. Gerakan tanam pohon ber-nama ini, bila dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 270 juta ini, maka akan ada 270 juta pohon yang ditanam dan Indonesia akan menjadi salah satu paru-paru dunia,“ ujarnya, sebagaimana keterangan resminya yang diterima businessnews.co.id (08/06/2021).   

Terkait dengan gerakan tanam pohon bernama ini, menurut ketua umum Indonesia Respon Hanif Sholahuddin mengatakan, ada dua lokasi pelaksanaan program Gerakan Tanam Pohon Ber-Nama (pohon yang dikasih nama) ini, yaitu di desa Ngares Rejo – kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dan di Desa Pulau Bungin – Sumbawa – Nusa Tenggara Barat. 

Dipilihnya lokasi Sidoarjo karena sebagai pengingat bagaimana ekspoitasi alam harus tetap menjaga kelestarian karena jika tidak, bisa mengakibatkan bencana yang berakibat mengungsi karena lumpur lapindo. Dan di desa Pulau Bungin, ini adalah salah satu pulau terpadat di dunia.

Baca juga: Indonesia Respon Dukung Kemenparekraf Wujudkan Kepedulian Sosial dan Kembangkan Desa Wisata

“Pohon-pohon tersebut kita tanam dan kita beri nama dengan nama-nama tokoh atau siapapun, misalnya: Sandi, Anies, Erick, Ganjar, Puan, Mardigu, Emil dan lain-lain. Kami berharap bahwa mereka adalah para tokoh yang nantinya menjadi pemimpin di negeri ini yang mau dan peduli terhadap lingkungan di Indonesia, “ ujar Hanif.

Baca juga: Tingkatkan Skill Santri, Indonesia Respon Gagas Gerakan Santri Digital di Ponpes Banten

(ed.AS/businessnews.co.id).

Most Popular