Sunday, November 28, 2021
HomeBUMNKrakatau Steel Gandeng Perusahaan Korea Realisasikan Investasi Tahun Depan

Krakatau Steel Gandeng Perusahaan Korea Realisasikan Investasi Tahun Depan

-

Jakarta, BusinessNews Indonesia Guna merealisasikan investasi baru tahun depan senilai US$3,7 miliar, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. menggandeng perusahaan asal Korea Selatan, Pohang Steel and Iron Company (Posco).

Silmy Karim,  Direktur Utama Krakatau Steel (KRAS) menyebut nantinya investasi baru tersebut dibagi menjadi dua tahap. Sebesar US$700 juta digunakan untuk memproduksi turunan hot rolled coil (HRC). Lalu US$3 miliar sisanya akan digunakan untuk menambah fasilitas produksi baja di industri hulu.

“Klaster baja 10 juta ton (per tahun) akan terealisasi karena pada 2022, KRAS dan Posco Korea akan melakukan investasi baru.” Ujarnya ketika peresmian pabrik HRC #2 di Cilegon, dikutip dari Bisnis (22/9).

KRAS dan Posco diketahui juga memiliki perusahaan patungan bernama Krakatau Posco yang dibentuk pada 2011 dan mulai beroperasi pada 2013.

Produksi baja 10 juta ton per tahun sendiri ditargetkan akan tercapai pada 2025. Sementara kapasitas produksi KRAS saat ini baru 3,9 juta ton per tahun. Jumlah ini termasuk pabrik HRC yang baru dioperasikan sebesar 1,5 juta ton per tahun.

Meski demikian, iya meyakini bahwa konsumsi baja nasional akan terus tumbuh seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur dan industri dalam negeri. Dalam lima tahun terakhir, konsumsi baja nasional telah tumbuh sekitar 40 persen. Dari 50 kg per kapita per tahun pada 2014 menjadi 71 kg per kapita per tahun.

“Terjadi peningkatan konsumsi baja nasional yang sangat signifikan sekitar 40 persen. Karena kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Sementara itu, pabrik HRC berkapasitas produksi 1,5 juta ton per tahun yang baru diresmikan Presiden Jokowi telah selesai dibangun sejak Mei 2021.

Pabrik ini, kata dia, menjadi fasilitas produksi pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan baja dengan ketebalan 1,4 mm. HRC ini nantinya akan dibidik untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar otomotif.

“Hal ini seiring dengan rencana Indonesia untuk menjadi salah satu pusat mobil listrik dunia.” Pungkasnya. (W/ZA)

Related articles

spot_img

Latest posts