Sunday, October 17, 2021
Home Life Style Karakteristik Arsitektur Masjid tak Lepas dari Fungsi dan Budaya

Karakteristik Arsitektur Masjid tak Lepas dari Fungsi dan Budaya

BusinessNews Indonesia – Dalam seminar online bertema “Arsitektur Masjid – Filosofi & Desain” ditegaskan bahwa keunikan arsitektur Masjid di bumi Nusantara ini  tidak terlepas dari fungsi dan budaya termasuk teologi yang dianut masyarakat waktu itu.

Acara yang diselenggarakan oleh Kenari Djaja bekerjasama dengan Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti didukung Majalah Asrinesia itu Diikuti 500-an peserta, yang hadir dari kalangan profesional Arsitek, Desainer Interior, Arsitek lanskap, dan mahasiswa arsitektur serta pemerhati Architectural Heritage. 

dalam seminar itu diketengahkan bahwa bangunan masjid yang dibangun pada masa tertentu, menghadirkan sosok arsitektur bangunan ibadah sesuai dengan pemahaman desain dan kemampuan teknologi saat itu, sehingga beberapa masjid peninggalan para Wali yang sangat indah tetap terpelihara sampai sekarang.

Keunikan arsitektur mesjid yang tetap terpelihara dengan baik tersebut yang melatarbelakangi Kenari Djaja dan Majalah Asrinesia mengadakan “Seminar virtual tentang Arsitektur Masjid – Filosofi & Desain”

Seminar online Arsitektur Masjid – Filosofi & Desain, menampilkan pembicara DR. Nur Rahmawati Syamsiya, ST, MT, Peneliti Arsitektur Masjid Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), AR. Satrio S. Herlambang, MUD, IAI, Arsitek Tim Renovasi Masjid Istiqlal dari Univeristas Trisakti, AR. Panogu Silaban, IAI, AA, Arsitek Tim Perencana Masjid Istiqlal dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Karakteristik Arsitektur Masjid tak Lepas dari Fungsi dan Budaya
Karakteristik Arsitektur Masjid tak Lepas dari Fungsi dan Budaya

“Seminar bertujuan memberi pemahaman kepada para arsitek muda dan pemerhati bangunan ibadah Islam, agar dapat menciptakan karya desain Masjid terbaik sesuai akidah agama dan kemajuan teknologi terbaru,” kata Direktur PT Kenari Djaja Prima, Hendry Sjarifudin, dalam pembukaan seminar, Kamis (17/06/2021).

Dalam seminar ini Dr. Nur Rahmawati Syamsiah, ST, MT., peneliti arsitektur masjid yang menjadi pembicara dalam acara ini menelusuri filosofi perancangan arsitektur Masjid di Indonesia. Menurutnya,  sejarah kebesaran fasilitas peribadatan Islam di Indonesia tidak bisa terlepas dari hadirnya Masjid Akbar Istiqlal yang digagas Presiden pertama Ir. Soekarno, dan direalisasikan oleh seorang Arsitek Frederich Silaban, sebagai pemenang sayembara Masjid Nasional kala itu.

Kilas balik tentang Masjid Istiqlal sebagai bangunan ibadah terbesar di Asia juga dipaparkan  oleh Arsitek Ir. Panogu Silaban, IAI. putra F.Silaban. Ir. Panogu Silaban memaparkan,  bagaimana kemudian arsitektur Masjid Akbar Istiqlal dapat bertahan sampai sekarang. Sedangkan   Arsitek Satrio Herlambang, ST, MUDD, IAI., menuturkan tentang  penguatan desain arsitektur, interior dan lansekapnya.

Menurut Satrio, “Istiqlal yang terletak bersebelahan dengan Gereja Kathedral, tampil tidak saling bertentangan melalui rancangan ruang luarnya. Tim Renovasi Masjid ini memaparkan penguatan arsitektur Istiqlal sebagai suatu Heritage yang kini menjadi salah satu destinasi wisata Ibukota Jakarta.”

Baca juga: Kenari Djaja Rayakan Ulang Tahun Ke-56 dengan Menerapkan Prokes Ketat

Dalam seminar ini, banyak inspirasi serta  mengenal latar belakang filosofi untuk merawat peninggalan bangunan masjid bersejarah yang banyak terdapat di Indonesia dan  peserta diajak berdialog tentang bangunan peribadatan. Acara dipandu  oleh moderator Arsitek Dr. Ir. Ady Rizalsyah Thahir, MA, IAI, Tim Ahli Bangunan Gedung – Arsitektur Perkotaan (TABG-AP) DKI Jakarta, dari Universitas Trisakti.

Menurut, Dr. Ir. Ady Rizalsyah Tharir, MA, IAI, Persyaratan bagi bangunan cagar budaya yang harus dilindungi sebagai asset bangsa, perlu menjadi perhatian semua pihak yang bermaksud merencanakan dan mengubah arsitektur Masjid bersejarah.

Seminar berjudul Arsitektur Masjid – Filosofi & Desain, diselenggarakan oleh Kenari Djaja bersama Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti didukung Majalah Asrinesia Diikuti 500-an peserta, yang hadir dari kalangan profesional Arsitek, Desainer Interior, Arsitek lanskap, dan mahasiswa arsitektur serta pemerhati Architectural Heritage. (businessnews.co.id/ed.AS) 

Most Popular