Wednesday, August 4, 2021
Home Economy Penyaluran Pinjaman Online Tumbuh 102,67 Persen yoy

Penyaluran Pinjaman Online Tumbuh 102,67 Persen yoy

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online terpantau memiliki kinerja yang moncer sepanjang periode 2021.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Mei 2021, penyaluran pinjaman online sepanjang periode ini bahkan tumbuh hingga 102,67 persen (year-on-year/yoy).

Tepatnya, P2P leding berhasil menyalurkan pinjaman sebanyak Rp56,08 triliun sepanjang Januari-Mei 2021 dibandingkan Rp27,67 triliun pada periode sebelumnya. Seperti diketahui, penyaluran pinjaman sempat melambat pada Maret dan April akibat pengaruh awal pandemi Covid-19.

Baca juga: Bank Mandiri Sesuaikan Limit Tarik Tunai Di ATM Menjadi Rp 20 Juta

Dikutip dari Bisnis 914/7), ketika dilihat dari outstanding pada periode Mei 2021 sebesar Rp21,74 triliun, angkanya pun melonjak signifikan mencapai 69 persen (yoy). Hal ini karena pada Mei 2020 hanya mencapai Rp12,86 triliun.

Di sisi lain, penyaluran pinjaman secara kumulatif sejak industri berdiri meningkat tajam. Karena berdasarkan data pada Mei 2020 akumulasi penyaluran pinjaman P2P lending mencapai Rp109,17 triliun. Sedangkan saat ini telah mencapai Rp207,06 triliun pada Mei 2021.

Pada periode Mei 2021, industri P2P lending memecahkan rekor penyaluran pinjaman bulanannya sepanjang masa dengan jumlah Rp13,65 triliun per bulan. Padahal,  sepanjang 2020 rekor pinjaman bulanan tertinggi hanya berada di angka Rp9,65 triliun pada bulan Desember.

Baca juga: BI Naikkan Limit Tarik Tunai ATM ber-Chip, BCA Siap Sesuaikan Kebijakan

Melalui kinerja positif ini, aset perusahaan P2P leding turut naik dari sebelumnya hanya Rp3,52 menjadi Rp4,19 triliun yoy pada Mei 2021. Padahal, secara data jumlah penyelenggara terbilang turun yang sebelumnya terdapat 161 platform, kini tersisa 124 platform.

Untuk diketahui platform P2P lending hanya berperan mempertemukan pendana (lender) dengan peminjam dana (borrower) secara digital. Sehingga outstanding pinjaman yang disalurkan bukan termasuk aset dari para penyelenggara. (W/ZA)

Most Popular