Thursday, June 17, 2021
Home Consulting BRIN Berencana Perbanyak Kerjasama Riset dengan Luar Negeri

BRIN Berencana Perbanyak Kerjasama Riset dengan Luar Negeri

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menuturkan bahwa pihaknya memperbanyak kerjasama riset dengan luar negeri.

Hal tersebut salah satunya difokuskan untuk riset kelautan yang baru-baru ini bekerjasama dengan Prancis.

“Ke depan, saya akan membuka lebih banyak global platform untuk kerja sama riset dan inovasi dengan mitra dari luar negeri. Fasilitas dan SDM yang kita miliki dapat kita sinergikan bersama. Dengan integrasi ini, sumber daya riset juga akan lebih terkontrol.” Tuturnya, dikutip dari Republika (10/6).

Baca juga: Go Global, Pertamina Dampingi UMK Binaan Ekspor Produk ke Berbagai Belahan Dunia

Untuk diketahui, pada Selasa (8/6) lalu BRIN dengan Menteri Kelautan Prancis, Annick Girardin, menyaksikan penandatanganan Credit Facility Agreement. Hal itu dilakukan untuk mendukung peningkatan kapasitas riset kelautan di Indonesia. Melalui penandatanganan ini Indonesia rencananya akan memperkuat armada kapal riset nasional.

Dalam keterangannya, Handoko menyebut bahwa Prancis merupakan salah satu mitra strategis RI dalam kerja sama riset dan inovasi. Ia juga menyebut bahwa ke depannya akan banyak potensi kerja sama riset dan inovasi antara kedua negara.

“Untuk itu, kami membuka peluang ini kepada peneliti Indonesia, dan kami berkomitmen untuk selalu mendukung upaya kerja sama ini lebih baik lagi.” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Girardin menyebut bahwa dengan didirikannya BRIN menjadi sinyal kuat dalam mendukung pengembangan riset di Indonesia. BRIN, kata dia, akan menjadi platform global penelitian dan berstandar internasional. Ia juga berharap kedua negara dapat mempererat kerja sama riset, khususnya di bidang maritim.

Baca juga:Unilever Akan Perluas Investasi di KEK Sei Mangkei Rp 2,5 triliun

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa Pemerintah Perancis memiliki strategi khusus untuk eksplorasi komprehensif dasar laut. Saya kira saat ini baru sekitar 20 persen dasar laut yang telah dieksplorasi dan dimanfaatkan secara optimal. Dengan melibatkan riset dan pengembangan dengan pihak swasta, bukan hanya pemerintah saja.” tutur Girardin. (W/ZA)

Most Popular