Jakarta, businessnews.co.id – Sebagai bentuk komitmen kuat mendorong riset inovasi berkelanjutan, Sampoerna University memperkenalkan terobosan baru Plastic Waste for Sustainable Pavement Center (PWSPC) yang memanfaatkan limbah plastik untuk pembentukan jalan raya. Berjalan selama dua tahun terakhir, tim peneliti Sampoerna University telah mengembangkan alternatif konstruksi jalan raya yang lebih ramah lingkungan dibandingkan aspal konvensional. Solusi ini juga dinilai lebih hemat biaya dan memiliki kinerja lebih terukur.
Farid Triawan selaku Dean of Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University menyampaikan, “Kami sangat bangga dengan inovasi Plastic Waste for Sustainable Pavement Center (PWSPC) yang diperkenalkan oleh tim peneliti kami. Ini mencerminkan dedikasi kami untuk tidak hanya membuka peluang bagi mahasiswa dalam berkontribusi terhadap solusi bagi tantangan lingkungan global, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan agar dapat menjadi inovator yang membawa perubahan. Kami yakin bahwa pendidikan berstandar internasional di Sampoerna University harus senantiasa disertai dengan kontribusi nyata terhadap upaya keberlanjutan planet Bumi yang kita huni bersama.”
Hingga sekarang, polusi limbah plastik masih menjadi salah satu masalah global yang berdampak serius pada lingkungan hidup dan ekonomi. Untuk menjawab permasalahan ini, salah satu anggota tim peneliti Sampoerna University, I Ketut Adhiarta Laksemana, S.T., B.Sc, Project Lab Engineer — Supports Product Testing and Recipe Refinement, telah mengembangkan solusi berbasis riset yang menggunakan sampah plastik untuk pembuatan jalan raya dan menggantikan peran aspal. Selain berupaya mengurangi akumulasi tempat pembuangan sampah, penggunaan limbah plastik juga diklaim dapat meningkatkan durabilitas jalan raya tersebut.
Menggunakan metode pencampuran kering (dry blending), limbah plastik yang sudah dicacah menjadi potongan-potongan kecil ini dicampurkan langsung ke dalam campuran aspal sebelum digunakan untuk konstruksi jalan raya. Hasilnya, formula campuran aspal dan limbah plastik tersebut dapat meningkatkan kinerja material, sehingga membuatnya lebih efektif dan lebih berkelanjutan. Formula ini bahkan berpotensi mengurangi biaya penggunaan aspal konvensional per kilometer untuk pembuatan jalan raya sebesar 3,2 persen.
Tim peneliti Sampoerna University juga terdiri dari beberapa mahasiswa yang terlibat secara langsung untuk menguji beberapa sampel formula campuran aspal dan limbah plastik tersebut. Ini menunjukkan bahwa proyek inovatif ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa Sampoerna University. Tapi juga, mengantarkan mereka meraih penghargaan dalam kompetisi inovasi internasional, menerbitkan makalah akademik bereputasi global, dan mengajukan hak paten atas inovasi yang dikembangkan.
Alfred Juliant Susanto, mahasiswa Faculty of Engineering and Technology (FET) Sampoerna University, menceritakan pengalamannya berkontribusi dalam proyek ini. “Dalam proyek ini, kami berperan penting dalam merancang juga membangun peralatan penelitian khusus untuk pengujian beberapa sampel untuk konstruksi jalan raya termasuk perhitungan finansialnya. Kami berharap untuk dapat mengajak berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, dan institusi riset, untuk bersama-sama mengeksplorasi penerapan inovasi ini dalam skala yang lebih luas. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami yakin proyek ini dapat berkontribusi signifikan dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.”
Ini memperkuat komitmen Sampoerna University sebagai institusi pendidikan yang terus mendorong penelitian pada mahasiswa agar siap berkontribusi untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Surya Danusaputro Liman selaku Vice Rector of Academic Affairs Sampoerna University mengungkapkan harapannya terkait proyek ini. “Melalui PWSPC, kami berharap agar proyek ini dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan nasional terkait pemanfaatan limbah plastik dalam proyek infrastruktur. Sampoerna University siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk badan pemerintah, untuk mengeksplorasi regulasi yang mendukung integrasi limbah plastik dalam konstruksi jalan raya. Melalui kemitraan dengan sektor industri dan pemerintah, Sampoerna University berupaya mempercepat penerapan teknologi ini dalam proyek infrastruktur berkelanjutan. Kami percaya bahwa kemitraan strategis dapat membantu mengintegrasikan solusi ini dalam kebijakan nasional.”
Comments are closed.