Travel_Insurance-Jasindo

Inflasi RI April Terjaga, Katalis Positif bagi Dunia Investasi

JAKARTA, businessnews.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi Tanah Air yang terkendali pada bulan November 2023. Pada periode ini, inflasi secara tahunan tercatat sebesar 2,86% (year-on-year /yoy) dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) November sebesar 0,38%.

Sementara inflasi inti yang berlangsung sepanjang bulan tersebut, diungkapkan oleh Bank Indonesia (BI) tetap rendah, yakni sebesar 0,12 secara month-to-month (mtm) atau naik 0,08% dibandingkan bulan lalu.

“Realisasi inflasi inti pada November 2023 disumbang terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan dan gula pasir. Secara tahunan, inflasi inti November 2023 tercatat sebesar 1,87% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,91% yoy,” kata Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono dalam keterangan pers.

Sementara berdasarkan jenis komoditasnya, Erwin menyebutkan bahwa kelompok volatile food menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar. Berdasarkan data BPS, tercatat bahwa kenaikan harga kelompok volatile food di November 2023 sebesar 1,72%.

Peningkatan inflasi dari kelompok volatile food pun tercatat disumbang utamanya oleh komoditas aneka cabai, bawang merah, dan beras. Namun begitu, peningkatan inflasi lebih lanjut disebut BI tertahan oleh deflasi yang terjadi pada komoditas daging ayam ras dan aneka ikan.

Secara tahunan, terang Erwin, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 7,59% yoy, meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,54% yoy.

Di sisi lain, BI mengungkapkan bahwa kelompok administered prices tercatat mengalami penurunan. Kelompok administered prices pada November 2023 mengalami inflasi sebesar 0,08% (mtm), lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,46% (mtm).

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh deflasi bensin akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices menjadi sebesar 2,07% yoy, menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,12% yoy,” katanya.

Secara umum, terkendalinya inflasi menjadi cerminan dari kondisi perekonomian Tanah Air yang stabil. Harga barang dan jasa yang cenderung stabil atau naik dengan laju yang lebih lambat, dapat berdampak terhadap meningkatnya daya beli konsumen.

Sementara untuk menjaga tingkat inflasi agar tetap terkendali di level rendah, tentu bank sentral akan cenderung menjaga kebijakan suku bunganya pada level yang rendah.

Jika pada akhirnya tingkat inflasi yang terkendali ini berujung pada ditekannya kebijakan suku bunga yang akomodatif oleh bank sentral, maka hal ini menjadi katalis positif bagi prospek pertumbuhan berbagai instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil optimal di Tanah Air.

Comments are closed.

Slot777
Rajapkv
DivaQQ