JAKARTA, businessnews.co.id – Bank Indonesia (BI) mengumumkan posisi cadangan devisa RI pada periode akhir Oktober yang tetap terjaga di angka US$133,1 miliar. Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono menyebutkan posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor.
“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” terangnya dikutip Rabu (9/11).
BI menilai, lanjut Erwin, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. BI juga memandang bahwa cadangan devisa tetap akan memadai didukung oleh prospek ekonomi yang terjaga.
Meski tetap berada dalam posisi yang kuat, cadangan devisa pada periode bulan ini terhitung lebih rendah sedikit dibandingkan dengan posisi pada akhir September 2023. Pada bulan tersebut, posisi cadangan devisa RI tercatat sebesar US$134,9 miliar.
Penurunan tipis cadangan devisa kali ini disebut Erwin terjadi karena beberapa faktor, “Antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,”
Lebih lanjut, posisi cadangan devisa yang tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang tidak menentu ini dapat menjadi katalis positif bagi perkembangan dunia Investasi Tanah Air.
Cadangan devisa yang kuat memberikan kepercayaan investor bahwa ekonomi di Indonesia terus berjalan secara stabil. Hal ini pada gilirannya berdampak terhadap meningkatnya minat investor untuk berinvestasi di pasar keuangan RI ke depan.
Sebagai salah satu dari produk investasi yang ada, reksa dana dapat menjadi pertimbangan bagi investor dalam menjalankan aktivitas investasi di tengah stabilnya kondisi perekonomian RI. Reksa dana merupakan produk investasi yang mengumpulkan dana dari investor untuk dikelola oleh manajer investasi secara optimal dan profesional.
Comments are closed.