Wednesday, August 4, 2021
Home Corporate in Action Huawei Prediksi Perusahaan Akan Migrasi ke Komputasi Awan

Huawei Prediksi Perusahaan Akan Migrasi ke Komputasi Awan

BusinessNews Indonesia – Rotating Chairman Huawei, Ken Hu, dalam pembukaan secara virtual Huawei Industrial Digital Transformation Conference 2021, pada Rabu (24/3) kemarin, memprediksi bahwa akan semakin banyak perusahaan dari berbagai sektor yang akan bermigrasi ke teknologi komputasi awan atau cloud computing.

Hal tersebut dilatarbelakangi salah satunya adalah kejadian pandemi yang memacu setiap perusahaan untuk menerapkan komputasi awan.

“Pandemi ini menekan tombol percepatan untuk transformasi digital di berbagai belahan dunia,” kata Hu, dikutip dari Republika (25/3).

Berdasarkan data IDC, yang dikutip Huawei, memproyeksikan sekitar 70 persen perusahaan akan melakukan percepatan untuk melakukan adopsi teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan pada 2022 mendatang. Hal tersebut karena teknologi digital dinilai akan membantu perusahaan dalam membuat aktivitas untuk konsumen, produktivitas dan ketahanan.

Baca juga: BEI Hentikan Perdagangan Saham PT KDB Tifa Finance Tbk., Ada Apa?

Menurut Huawei, komputasi awan menjadi sebuah solusi untuk menghadapi perkembangan teknologi di dunia digital. Hingga kini, sudah ada sekitar 81 persen perusahaan di dunia yang menggunakan komputasi awan. Bahkan, Huawei memprediksi pada 2025 nanti sudah 100 persen perusahaan yang memakai kecerdasan buatan.

“Pandemi ini mendorong organisasi untuk beralih ke komputasi awan. Kita akan lihat adopsi penuh cloud lebih cepat 1 sampai 2 tahun lebih cepat dari perkiraan kami,” tambahnya.

Diperkirakan, nantinya adopsi teknologi digital tidak lagi milik perusahaan berbasis internet Kecerdasan buatan, namun sudah memasuki fase yang baru. Menurut Huawei, pada 2025 mendatang akan ada 97 persen perusahaan besar yang menggunakan kecerdasan buatan. Lalu akan ada sebanyak 77 persen cloud yang ditenagai kecerdasan buatan pada tahun tersebut. (W/ZA)

Baca juga: Wagub DKI Pastikan Tahun 2022 Gelar Formula E dengan Protokol Ketat

Baca juga: Keamanan Siber dan Perlindungan data jadi Isu Prioritas Semua Negara

Most Popular