Jakarta, businessnews.co.id – Majalah BusinessNews Indonesia menyelenggarakan workshop dan in-house training bertema “Strengthening Risk Culture, Operational Resilience and Strategic Decision-Making” bagi PT Geo Dipa Energi (Persero) pada 6, 12, dan 13 Februari 2026 di Kantor Pusat Geo Dipa Energi, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program GRC Development Initiative yang difokuskan pada penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan di sektor energi panas bumi.
Workshop dan in-house training ini diikuti sekitar 77 peserta yang terdiri dari jajaran manajemen dan staf lintas unit kerja Geo Dipa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hybrid, dengan sebagian peserta hadir secara offline di lokasi acara dan sebagian lainnya mengikuti secara online melalui Microsoft Teams.
Dalam sambutannya, CEO BusinessNews Indonesia, Irnanda Laksanawan, menyampaikan bahwa workshop dan in-house training ini dirancang untuk menjawab tantangan industri geothermal yang kompleks. “Kami ingin memastikan bahwa penguatan Governance, Risk, and Compliance benar-benar dipahami oleh seluruh level organisasi, baik manajemen maupun staf operasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Risk culture tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan komitmen bersama agar setiap keputusan strategis didasarkan pada analisis risiko yang matang dan terdokumentasi dengan baik.” Menurutnya, integrasi GRC menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis energi.
Dalam workshop dan in-house training tersebut, seluruh peserta mengerjakan pre-test sebelum sesi materi dimulai dan post-test setelah pelatihan selesai. Metode ini digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman terhadap konsep Strategic Risk Management, Enterprise Risk Management (ERM), serta Business Judgment Rule (BJR).
Narasumber Doni Muhardiansyah menekankan bahwa risiko di industri geothermal mencakup berbagai aspek, mulai dari eksplorasi, pengeboran, produksi, hingga risiko finansial dan regulasi. “Risiko tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dikelola melalui pendekatan yang sistematis, berbasis data, dan terintegrasi dalam kerangka GRC,” tegasnya dalam workshop dan in-house training tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya Business Judgment Rule dalam pengambilan keputusan di lingkungan BUMN. “Direksi harus berani mengambil keputusan strategis, namun keputusan tersebut harus dilandasi itikad baik, kehati-hatian, tanpa konflik kepentingan, serta didukung kajian kelayakan yang memadai,” jelas Doni.
Sementara itu, pakar geothermal Surya Darma menyoroti karakteristik investasi panas bumi yang high risk dan high capital. “Geothermal memiliki ketidakpastian reservoir dan periode pengembalian investasi yang panjang. Tanpa manajemen risiko yang kuat, keberlanjutan proyek bisa terganggu,” ungkapnya dalam sesi workshop dan in-house training.
Dalam sesi teknis, peserta diperkenalkan pada pendekatan seperti Monte Carlo Simulation untuk estimasi cadangan dan proyeksi finansial, serta Real Options Thinking dalam menentukan kelanjutan proyek. Diskusi kelompok dan studi kasus turut memperkaya pemahaman praktis peserta, baik yang hadir offline maupun yang mengikuti melalui Microsoft Teams.
Melalui workshop dan in-house training ini, BusinessNews Indonesia berharap Geo Dipa semakin mampu memperkuat ketahanan operasional, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan strategis, serta mengelola ketidakpastian bisnis panas bumi secara profesional dan terukur guna mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.


Comments are closed.