Sunday, November 28, 2021
HomeLife StyleTakut Sikap Taliban, Anggota IOC Afghanistan Ini Minta Bantuan AS Evakuasi Atlet

Takut Sikap Taliban, Anggota IOC Afghanistan Ini Minta Bantuan AS Evakuasi Atlet

-

BusinessNews Indonesia Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) Afghanistan Samira Asghari telah meminta Amerika Serikat untuk membantu mengevakuasi atlet putri dan staf pelatih negara tersebut, menyusul pengambilalihan kepemimpinan oleh Taliban.

Kita tahu, bahwa selama memerintah pada 1996-2001, dengan panduan hukum Islam, Taliban melarang perempuan bekerja, anak perempuan tidak diizinkan pergi ke sekolah dan perempuan harus memakai cadar saat pergi keluar serta ditemani kerabat laki-laki mereka.

Taliban mengatakan mereka akan menghormati hak-hak perempuan dalam kerangka hukum Islam.

Namun, mantan kapten bola basket Asghari mengkhawatirkan keselamatan atlet putri.

“Atlet, pelatih dan rombongan putri Afghanistan membutuhkan bantuan Anda, kita harus mengeluarkan mereka dari tangan Taliban. Tolong lakukan sesuatu sebelum terlambat,” ujar pemain berusia 27 tahun itu melalui akun Twitter miliknya, Rabu, dengan menyebut federasi bola basket AS, Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS, serta duta besar AS untuk Afghanistan, seperti dikutip Reuters, Kamis.

Asghari, yang telah membela Afghanistan dalam beberapa pertandingan dan menjadi anggota IOC pertama dari negaranya pada 2018, tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga: OJK Terbitkan Aturan bagi Bank Umum untuk Percepat Akselerasi Layanan Digital

Baca juga: Pertamina Optimistis Target Pengeboran 161 Sumur di Blok Rokan Tercapai

Sementara itu, mantan kapten sepak bola putri Afghanistan Khalida Popal yang berbasis di Kopenhagen telah mendesak para pemain untuk menghapus media sosial, identitas publik dan membakar perlengkapan mereka demi alasan keselamatan, mengingat negara itu kembali berada di bawah kekuasaan Taliban.

Baca juga: Kemenperin Dorong Indonesia Jadi Mesin Ekonomi Halal Global

Baca juga: BSI Fasilitasi Layanan Perbankan Syariah DJKN Kementerian Keuangan

Komite Paralimpiade Afghanistan pada Senin (16/8) lalu menyatakan dua atlet mereka tidak akan tampil di Paralimpiade Tokyo yang dimulai 24 Agustus nanti.

Baca juga: Nilai Transaksi Digital Banking Melonjak 53,08 Persen per Juli 2021

Baca juga: RaRa Delivery Raises USD 3.25 Million in Funding

(ed.AS/businessnews.co.id/AN).

Related articles

1 COMMENT

Comments are closed.

spot_img

Latest posts