Pupuk Kaltim Terus Berinovasi Terapkan Human Capital Menuju Kelas Dunia

BusinessNews Indonesia – PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim tak kenal lelah terus berusaha dari berbagai lininya, terlebih dari Human Capital-nya, menuju terwujudnya visi “Menjadi perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan.”   

Saat ini Pupuk Kaltim tengah menuju perkembangan baru bahwa secara nasional untuk produk Amonia menguasai pangsa pasar ekspor dengan angka 29 persen. Sedangkan produksi kebutuhan dalam negeri sebesar 44 persen. “Adapun saat ini Pupuk Kaltim difokuskan pada ekspor urea, maka wajar bila 81 persen pangsa pasar ekspornya dikuasai kita (Pupuk Kaltim). Dan untuk kebutuhan pasar dalam negeri hanya 34 persen,” ujar Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman saat mengikuti kegiatan penjurian Human Capital & Performance Award 2021 via Zoom yang digelar Majalah BusinessNews Indonesia, Jakarta, (06/12/2021).

Pria kelahiran Solo 19 Desember 1962 yang diangkat sebagai direksi sejak 25 Agustus 2020 ini memaparkan dalam presentasinya yang diberi judul “Navigating Success During Global Crisis: Through Empowerment of Human Capital” mengatakan bahwa saat ini Pupuk Kaltim ditargetkan memproduksi urea 3,43 miliar ton per tahun, 2,74 miliar per tahun, 350.000 ton untuk NPK per tahun, dan Biofertilizers 300 – 3000 ton per tahunnya.

Adapun strategi yang dikembangkan Pupuk Kaltim dalam rangka penugasan dan pencapaian target itu, diputuskan untuk transformasi digital guna mengoptimalkan sekaligus mengefisiensi proses bisnis. Strategi yang kedua, meningkatkan bakat dan kompetensi karyawan melalu pembelajaran dan pengembangan strategi. Strategi ketiga, perusahaan terus meningkatkan dan mempertahankan kinerja para karyawan melalui keterlibatan dan program kesejahteraan. Terakhir, di tengah pandemi Covid-19 ini, proses bisnis Pupuk Kaltim terus berjalan, maka manajemen krisis yang canggih dan cepat terus ditingkatkan guna menanggulangi hal-hal yang tak diinginkan.

“Strategi-strategi itu sangat penting, sebab pada tahun 2024 nanti kita menargetkan lebih besar lagi kinerja perusahaan. Dari sisi urea production meningkat 6 persen ke angka 3,578 million MTPY dari 3,360 million MTPY, Ammonia Production dinaikkan 5 persen di angka 2,875 million MTPY dari 2,750 million MTPY, 31 persent NPK Production 303 k MTPY dari 232 k MTPY, 25 persent Revenue Rp 23,668 T dari Rp 18,97 T, 163 persent EBITDA Rp 6,826 T dari Rp 2,6 T, Total Asset meningkat 66 persen ke angka Rp 52,367 T dari Rp 31,51 T, dan karyawan berkurang 19 persen dari 1850 menjadi 1500,” terangnya.

Kenapa, kapasitas kinerja ditargetkan bertambah sedangkan human capital-nya berkurang? Magister manajemen dari Universitas Indonesia itu menjawab bahwa ini memang tujuannya transformasi digital yang diterapkannya. Dengan semakin canggih digitalisasi yang dienabler di perusahaan, maka diharapkan performa perusahaan lebih baik lagi. sedang dari sisi operasional dan jumlah karyawan lebih efisien lagi.

Peningkatan Skill Karyawan

Perusahaan terus berkomitmen menciptakan karyawan yang gesit dalam menghadapi berbagai perubahan. Karyawan dituntut untuk siap dan adaptif terhadap tugas-tugas yang dihadapi. Untuk itu diperlukan peningkatan pembelajaran karyawan diberbagai sektornya.

Beberapa hal yang kami dilakukan untuk menjadikan karyawan unggul dan adaptif serta berkinerja lebih cepat itu diadakan program keterlibatan karyawan dalam urusan-urusan perusahaan melalui rapat dan diskusi bersama direksi. Adanya ruang komunikasi secara terbuka, seperti dalam bentuk WA group siaran radio, dan aplikasi lainnya. Selanjutnya memecahkan tugas bersama di sebuah organisasi, mengadakan pembelajaran, inovasi dan terobosan proyek baru, serta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan terkait dengan krisis pandemi.

Meizar Effendi selaku SEVP Komersil Pupuk Kaltim memaparkan bahwa keterlibatan karyawan itu sangat penting bagi peningkatan kinerja perusahaan.

“Melibatkan karyawan dalam isu-isu strategis perusahaan melalui WA Grup, FGD, traning, inovasi, agen antar unit diperlukan, hal itu meningkatkan kinerja karyawan. Intinya dengan program-program ini juga dijadikan KPI (Key Performance Indicator) karyawan,” ujarnya.

Bahkan Pupuk Kaltim selain memberikan traning dan sertifikasi keahlian juga memberikan beasiswa S1 dan S2 kepada karyawan yang terpilih. Hal ini bertujuan apa-apa yang didapat dari kegiatan pembelajaran itu diterapkan untuk kemajuan perusahaan.

“Kami juga mewajibkan bagi karyawan yang memiliki basic knowladge tentang perusahaan, ketika pensiun diwajibkan meneransfer ilmu melalui pelatihan dan menulis buku. Sebab di Pupuk Kaltim juga milenial lebih dari 67 persen. Mereka yang milenial ini diwajibkan untuk mengikuti kegiatan dan membaca buku-buku itu,” ungkapnya.

Bahkan untuk meningkatkan performa kinerja karyawan itu, Pupuk Kaltim juga memberikan fasilitas olahraga sesuai hobinya masing-masing. Juga mengadakan perlombaannya, mengadakan pagelaran festival, malam perayaan hari ulang tahun (yang kebetulan tanggal 07 Desember 2021 ulang tahunnya yang ke 44 tahun Pupuk Kaltim), dan kegiatan-kegiatan lainnya.

“Kami juga memberikan bonus akhir tahu, kenaikan gaji secara otomatis, asuransi kesehatan, pensiun dan kesehatan hari tua. Semua itu semata-mata untuk meningkatkan kinerja karyawan dan loyalitasnya kepada perusahaan,” tutupnya.(ed.AS/businessnews.co.id)

Subscribe

Related articles

Kepala BKF: Kinerja Ekspor Impor Indonesia Terus Membaik

BusinessNews Indonesia - Kinerja ekspor Indonesia pada Desember 2021...

Forum G20 Dorong Pemulihan Ekonomi Global dan Nasional

BusinessNews Indonesia –G20 atau Group of Twenty yang lahir...

Gubernur BI Lantik Pemimpin Baru Kantor Pusat dan Perwakilan BI

Jakarta, BusinessNews Indonesia- Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo,...

Aktor Nicholas Saputra: Produk Kopi di Indonesia Paling Exciting

BusinessNews Indonesia –Aktor Nicholas Saputra yang senang jalan-jalan ke...

Tingkatkan Keselamatan Transportasi, Transjakarta Gelar Donor Darah Bagi Karyawan

Jakarta, BusinessNews Indonesia- Aspek keselamatan digiatkan PT Transportasi Jakarta...