PT Garam Persero Menuju Pasar Global dengan Transformasi “Digital Bisnis & Human Capital”

1
192
PT Garam Persero menuju Pasar Global dengan Transformasi
PT Garam Persero menuju Pasar Global dengan Transformasi "Digital Bisnis & Human Capital"

BusinessNews Indonesia– PT Garam (Persero) percaya bahwa dengan Digital Transformation baik dari segi Human Capital maupun Marketing, dapat menjadikan PT Garam berkelas dunia. Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Edi Masrianto, selaku Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Garam dalam acara penjurian virtual Digital Marketing & Human Capital (DMHC) Award 2020, Selasa (20/10/20).


Acara dengan dengan tema ‘’Transforming Human Capital Value through Digital Marketing’’ ini diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia yang bekerjasama dengan IMA (Indonesia Marketing Association) dan FHCI (Forum Human Capital Indonesia). Serta didukung oleh para pakar dan professional di bidang Digital Marketing, Human Capital, ICT, Riset & Inovasi, yang tergabung di dalam Dewan Juri Digital Marketing & Human Capital Awards 2020. Selain itu. acara ini juga didukung oleh beberapa perusahaan konsultan Digital Marketing, Manajemen, dan Human Capital.


Edi menjelaskan bahwa, Indonesia merupakan negara dengan jumlah wilayah mayoritas laut. Hal ini dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan produk lebih meluas dan mengurangi import garam dari luar negeri.

Kemudian, untuk tiga tahun ke depan PT Garam akan berusaha untuk meningkatkan eksport yang lebih meluas ke wilayah Eropa dan Malaysia sudah menjadi salah satu negara yang menggunakan produk garam dari Indonesia, khususnya garam lososa yang merupakan produk unggulan perusahaan.


“Indonesia adalah negara yang memiliki banyak laut. Mudah-mudahan tiga tahun ke depan sudah tidak import, dan kami bersama direksi akan berusaha mengembangkan produk kami secara internasional,” ucap Edi.


Dari segi Human Capital sendiri, PT Garam telah banyak melakukan transformasi dengan mengembangkan berbagai digitalisasi sistem Human Capital. Hal tersebut dimulai sejak 2016 di mana PT Garam telah melakukan absensi secara dan pengontrolan perjalanan dinas secara online. Sampai 2019, beberapa inovasi dari segi Human Capital telah dilakukan seperti, penyempurnaan perjalanan dinas V3, absensi online titik 0 KM, e-survey, e-meeting, dan beberapa modul pendukung gaya bekerja digital seperti report penilaian 360 derajat team, modul e-letter, dan laporan panning & performance.


Hal lain juga dilakukan PT Garam untuk mengembangkan SDM yang ada, seperti ESQ Training PT Garam, Program Pembekalan Bela Negara with Dale Carnegie, Series Accelaration Leadership Training for Manager (LPP Yogyakarta), Series Accelaration Leadership Training for Supervisor (LPP Yogyakarta), dan beberapa pelatihan lainnya.


PT Garam juga sangat menjunjung tinggi budaya kerja yang berintegritas, berdedikasi kepada perusahaan, serta terbuka untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini bukan merupakan hal yang mudah untuk diterapkan dan butuh pembiasaan.


“Memang untuk membangun budaya kerja itu susah. Tapi dapat kita terapkan dan lihat dari keseharian. Untuk mencapai kinerja yang baik juga perlu usaha keras,” tutur Edi.


Kemudian, dari segi penjualan PT Garam telah melakukan beberapa strategi. Pertama, dilakukan secara langsung ke pasar-pasar atau komunitas-komunitas yang ada. Kedua, PT Garam melakukan penjualan secara digital dengan memanfaatkan beberapa media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, Market Place (Shopee, Tokopedia, Bukalapak), dan stategi lain seperti SEO, FB ads, Email Marketing (Email Marketing), dan Mobile Marketing (WA Blast/ SMS Blast).


Edi kembali menuturkan bahwa merasa optimis dengan sistem digital yang sedang perusahaan kembangkan, hal tersebut dikarenakan SDM bidang Digital mayoritas adalah generasi muda yang sangat paham akan sistem tersebut.


“Kita Kebetulan Tim IT dari SDM anak muda. Masing-masing unit kerja sudah menggunakan digital. Di lapangan, pembayaran melalui sistem cashless. Meskipun masih perlu banyak sosialisasi dan hal tersebut menunjukkan banyak perkembangan ke arah lebih baik,” ungkapnya.


Hadir sebagai dewan juri dalam acara ini diantaranya, Ir. Haryono MSc. (Bioinformatics and Data Science Research Center, Binus University), Dr. Dewi Hanggraeni, SE, MBA, CA, CACP.(Lecturer at Faculty of Economics and Business, University of Indonesia), Sofyan Rohidi, MM (Executive Director of Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Priyantono Rudito, Ph.D (Executive Director of Co-Branding at Ministry of Tourism Republic of Indonesia). (DAF)

Comments are closed.