Sunday, November 28, 2021
HomeConsultingMoratorium Selesai, Harga CPO Diprediksi Melemah

Moratorium Selesai, Harga CPO Diprediksi Melemah

-

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sejumlah analis memperkirakan bahwa harga minyak sawit mentah akan anjlok apabila moratorium lahan sawit tak diperpanjang. Pemerintah turut didorong agar melanjutkan moratorium demi meminimalisir reaksi negatif pasar CPO.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyebut bahwa jika tak diperpanjang, maka akan menekan harga CPO.

 “Penghentian moratorium perluasan lahan sawit berpotensi kembali akan meningkatkan jumlah lahan sawit. Dan memicu penambahan produksi dalam jangka panjang sehingga dapat menekan harga CPO.” Kata Josua Pardede, dikutip dari Bisnis (22/9).

Di sisi lain, perpanjangan moratorium perluasan lahan sawit perlu diperpanjang, kata dia, karena hal ini menjadi isu sensitif secara global. Dia turut mencontohkan sejumlah hambatan nontarif yang digaungkan negara mitra dagang terkait isu lingkungan CPO.

Baca juga: Kemnaker Dorong Perusahaan Dirikan Koperasi Pekerja

“Jika pemerintah ingin meningkatkan kinerja ekspor CPO, sebaiknya dilakukan melalui intensifikasi, bukan ekstensifikasi melalui perluasan lahan. Masih banyak peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor CPO. Di antaranya dengan peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produktivitas kebun petani rakyat.” Tambahnya menjelaskan.

Dalam keterangan lain,  Bayu Krisnamurthi, Ekonom pertanian dari IPB University, turut mengamini hal tersebut. Menurutnya kebijakan moratorium sawit menyebabkan penambahan produktivitas relatif terbatas karena tidak ada izin baru perluasan perkebunan.

Peningkatan produksi menjadi satu-satunya cara dalam meningkatkan pasokan. Cara ini dapat ditempuh melalui peremajaan dan pengelolaan lahan dari izin-izin yang terbit sebelum moratorium.

Baca juga: Erick Thohir: Target Valuasi Pertamina Capai 100 Miliar Dolar AS pada 2024

“Karena tambahan pasokan terbatas, pada pasar pasokan akan ketat. Akibatnya harga CPO cenderung tinggi. Namun moratorium sudah terjadi 10 tahun, sejak 2011. Selama itu produksi dan ekspor kita tetap tumbuh baik dalam jumlah maupun nilai.” Ujarnya. (W/ZA)

Related articles

spot_img

Latest posts