Sunday, October 17, 2021
Home Corporate in Review Meski ARA, Harga saham Bukalapak Diperkirakan Bertahan Hingga 8 Bulan

Meski ARA, Harga saham Bukalapak Diperkirakan Bertahan Hingga 8 Bulan

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Sejumlah analis memperkirakan harga saham PT Bukalapak.com (BUKA) terus bertahan di atas harga penawaran Rp850 setidaknya dalam 8 bulan mendatang.

Sebagai informasi, pada perdagangan perdananya Jumat (6/8) lalu, saham BUKA langsung terkena auto reject atas (ARA) karena naik 210 poin atau 24,71 persen. Berkat kenaikan itu harganya kini 1060 dari harga IPO 850. Kapitalisasi pasarnya bahkan mencapai Rp109,25 triliun.

Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, menuturkan bahwa hingga beberapa bulan ke depan harganya akan terjaga. Hal ini akan terjadi sebelum lock up period para investor strategis Bukalapak dibuka.

“Hingga beberapa bulan ke depan sebelum lock up period investor strategis saham BUKA dibuka. Sangat mungkin harga akan dijaga dan dipertahankan minimal di atas harga IPO.” Tuturnya, dikutip dari Bisnis (8/8).

Baca juga: Terus Tingkatkan Layanan Kepelabuhan, IPC Terminal Petikemas Raih Penghargaan GRC Award 2021

Di sisi lain, saham-saham bisnis rintisan lainnya yang akan IPO turut berkepentingan dengan dijaganya harga saham BUKA, agar dapat melantai dengan mulus.

Meski demikian, Budi menilai jika melihat fundamental, maka saham ini sudah sangat kemahalan. Setelah 6-8 bulan saat lock up period dibuka, para investor akan sulit menikmati capital gain. Hal ini karena harga terlalu mahal dan banyak investor akan keluar.

Berdasarkan prosektus Bukalapak.com, berdasarkan POJK No. 25 Tahun 2017, semua pihak yang memperoleh saham perseroan dengan harga pelaksanaan di bawah harga Penawaran Umum Perdana dalam jangka waktu 6 bulan sebelum penyampaian pendaftaran ke OJK, maka pihak tersebut dilarang mengalihkan sebagian atau seluruh saham perseroan yang dimilikinya sampai dengan 8 bulan setelah pernyataan pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana menjadi efektif.

Artinya, pemegang saham existing tidak boleh menjual sahamnya hingga 8 bulan tanggal listing di BEI pada Jumat (6/8) lalu. (W/ZA)

Baca juga: PT Jakarta Propertindo Sabet Tiga Penghargaan GRC & Performance Exellence Award 2021

Most Popular