Wednesday, May 12, 2021
Home News Global News Naomi Osaka Ibaratkan Rasisme Keturunan Asia di AS Seperti Pencinta Anime

Naomi Osaka Ibaratkan Rasisme Keturunan Asia di AS Seperti Pencinta Anime

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Petenis dunia asal Jepang, Naomi Osaka, turut mengungkapkan kepedihannya melihat fenomena kejahatan rasisme terhadap orang-orang keturunan Asia di Negeri Paman Sam.

Melalui akun instagram resminya ia mengibaratkan orang-orang AS yang menyerang ras Asia seperti pencinta anime.

“Jika orang menyukai orang Asia seperti halnya mereka menyukai bubble tea, anime, mochi, sushi, matcha, dll …” tutur Osaka melalui instagram resminya, Ahad (28/3).

Menurutnya, banyak sekali orang yang hanya mengambil keuntungan atau menikmati budaya Asia, namun setelah itu justru mereka lupa dan menyerang penciptanya yang notabenenya orang Asia.

“Bayangkan mengambil untung/menikmati hal-hal yang berasal dari suatu budaya dan kemudian menyerang/menghilangkan etnis yang menciptakannya,” tambahnya.

Baca juga: Reza Nurhilman, Pebisnis Muda yang Sukses Berkat Keripik “Maicih”

Kasus kejahatan rasisme terhadap keturunan Asia bermula sejak merebaknya virus corona yang berasal Wuhan, China tengah, pada akhir 2019 lalu.

Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB turut mengungkapkan rasa keprihatinanya karena semakin maraknya kekerasan terhadap orang Asia dan orang keturunan Asia di AS. Bahkan kasus terbaru beberapa remaja Indonesia di AS menjadi korban kekerasan.

Osaka pun mengungkapkan kesedihannya dengan ikut meramaikan tagar #stopasianhate.

“Sangat menyedihkan bahwa ini bahkan harus menjadi tagar/slogan,” tutur Osaka di Instagram-nya.

Seperti diketahui, Naomi Osaka adalah atlet Tenis yang menjunjung tinggi HAM. Ketika memenangi US Open musim panas lalu, di setiap putarannya ia selalu mengenakan masker yang bertuliskan nama korban kebrutalan polisi di Amerika Serikat untuk mendukung Black Lives Matter dan perjuangan melawan rasisme. (W/ZA)

Baca juga: Keterbukaan dan Kesetaraan Akses Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas

Baca juga: IMF Sebut China Bakal Jadi Negara Pendorong Ekonomi Global

Most Popular