Sunday, October 17, 2021
Home BUMN Ketua FHCI : Keberagaman Gender Beri Nilai Tambah bagi BUMN

Ketua FHCI : Keberagaman Gender Beri Nilai Tambah bagi BUMN

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Alexandra Askandar mengungkapkan aspek keberagaman (diversity) gender dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan BUMN.

“Wanita berperan sebagai penyeimbang atau balancing dalam perusahaan. Sedangkan aspek keberagaman gender memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Alexandra dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (25/8).

Alexandra yang juga merupakan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, mengatakan keunggulan-keunggulan yang dimiliki wanita dalam konteks dunia kerja, diantaranya wanita memiliki kemampuan sebagai pendengar yang lebih baik dibandingkan pria.

“Kemudian kedua, sekarang ini kunci sukses adalah kolaborasi dan wanita memiliki keinginan serta kemauan untuk berkolaborasi lebih tinggi,” ujar Alexandra.

Selanjutnya adalah empati, meski terlihat sederhana, tetapi kalau misalkan wanita bisa mendapatkan dan memenangkan hati dari tim, maka hasil kerjanya akan luar biasa. Dengan demikian, aspek-aspek yang menjadi keunggulan seorang wanita tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menekankan pentingnya keberagaman gender dan usia pemimpin untuk memajukan BUMN.

Wamen yang akrab disapa Tiko itu mengatakan salah satu kerangka rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) adalah pengembangan talenta, yang salah satu tujuannya adalah menciptakan keberagaman dalam posisi pimpinan BUMN.

Keberagaman ada dua, lanjut dia, pertama adalah keberagaman gender dan kedua yakni keberagaman usia.

Baca Juga : Mandiri Berikan Apresiasi Kepada Tim Paskibraka 2021

Dalam keberagaman gender, Kementerian BUMN ingin para pemimpin wanita di BUMN bertumbuh dan berkembang mengingat saat ini masih rendah.

Sedangkan, terkait keberagaman usia, hal tersebut dinilai penting penting karena adanya revolusi industri 4.0 dan perubahan budaya milenial, sehingga tidak mungkin dengan pimpinan BUMN berusia 55 tahun bisa memahami dunia konsumen milenial ke depan. (EA)

Baca Juga : Bank Mandiri Borong 4 Penghargaan Diajang GRC & Performance Exellence Award 2021

Most Popular