Sunday, October 17, 2021
Home News Indonesia Update Kemenhub Terapkan Logistik Hijau Demi Lindungi Lingkungan

Kemenhub Terapkan Logistik Hijau Demi Lindungi Lingkungan

Jakarta, BusinessNews Indonesia Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya untuk menerapkan logistik hijau demi mendukung perlindungan lingkungan dari global warming. Menhub Budi Karya Sumadi (BKS) menuturkan bahwa kontribusi sektor transportasi dalam menurunkan gas rumah kaca dapat dilakukan dengan efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan.

“Sebagai negara maritim, Indonesia berkomitmen menerapkan konsep logistik hijau dalam distribusi logistik. Melalui transformasi dan dekarbonisasi di sektor transportasi.” Tutur BKS dalam sebuah webinar, dikutip dari Republika (30/7).

Logistik hijau, kata dia, dapat dilakukan dengan menerapkan pelabuhan hijau. Nantinya, pelabuhan hijau memiliki kriteria penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengendalian udara, pengendalian pencemaran limbah hingga penggunaan lahan.

BKS mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah penelitian demi mewujudkan logistik hijau. Ia mencontohkan seperti penelitian terkait skema modernisasi armada truk dan integrasi transportasi logistik untuk transportasi berbasis jalan dan kereta api.

Baca juga: Holding Ultra Mikro Akan Bantu Percepat Pemulihan Pelaku Usaha

Saat ini, kata dia, transportasi darat menyumbang 91 persen dari total emisi di sektor transportasi.

“Untuk itu melalui penelitian ini kita akan mengubah truk lama dengan truk yang lebih ramah lingkungan. Dan juga membangun transportasi jalan dan kereta api yang reintegrasi. Sehingga diharapkan mengurangi penggunaan energi, polusi, dan emisi rumah kaca.” imbuhnya.

Di sisi lain, Indonesia saat ini telah meningkatkan penggunaan shore-connection yang sudah mulai diterapkan di sejumlah pelabuhan tanah air. Ia menuturkan harapannya agar penerapan shore-connection dapat mengurangi emisi gas buang kapal di pelabuhan.

“Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 11 persen pada 2030 untuk sektor energi, termasuk transportasi. Oleh karena itu, saya menyambut baik adanya pertemuan ini dalam rangka mempromosikan dan membangun kesadaran kita semua. Untuk berkomitmen mengimplementasikan logistik hijau ini di negara-negara ASEAN dan Asia.” pungkasnya.  (W/ZA)

Most Popular