Sunday, October 17, 2021
Home Consulting Ekspor Batu bara Diprediksi Turun Dalam Lima Tahun Kedepan

Ekspor Batu bara Diprediksi Turun Dalam Lima Tahun Kedepan

Jakarta, BusinessNews Indonesia Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia, Fabby Tumiwa, memprediksi dalam lima tahun mendatang bisnis ekspor batu bara akan mulai menurun. Hal ini terjadi seiring maraknya kampanye menurunkan bahan bakar fosil dan menekan emisi gas rumah kaca.

Meski demikian, Fabby tak menampik bahwa saat ini harga batu bara mengalami lonjakan pesat sepanjang 2021. Kementerian ESDM bahkan menetapkan harga batu bara acuan (HBA) untuk kebutuhan ekspor mencapai US$150,03 per ton.

 “Tetapi lima tahun ke depan saya perkirakan ekspor batu bara akan menurun. Seiring negara-negara mulai meninggalkan PLTU, menutup, tidak membangun kembali dan membatasi.” Ujarnya, dikutip dari Bisnis (13/9).

Dalam kesempatan itu, ia pun mengungkapkan dukungannya pada sejumlah perusahaan yang membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Menurutnya, PLTS sebagai proyek yang mudah dilakukan dam memerlukan waktu pembangunan lebih singkat dibanding pembangkit lainnya.

Meski demikian, Fabby menyebut bahwa perkembangan PLTS di Indonesia masih cukup lambat dengan daya yang terbilang kecil. Untuk diketahui, saat ini total energi yang dihasilkan dari PLTS hanya sebesar 200 megawatt.

Meski demikian, pemerintah mulai berencana mengembangkan PLTS. Salah satunya adalah rencana pemerintah untuk membangun PLTS di Waduk Cirata dengan nilai investasi mencapai US$129 juta. Direncanakan, PLTS tersebut mampu menghasilkan energi listrik hingga 145 megawatt.

Selain itu, PLTS di Bali juga masih dalam proses power purchase agreement (PPA) dan baru beroperasi pada 2023 mendatang. PLTS di Bali ini memiliki daya 2×25 megawatt. Di samping itu, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) juga tengah mengembangkan PLTS terapung.

“Kita selama ini kecil, tapi minat meningkat sehingga saya kira dalam waktu 5 tahun ini perkembangan PLTS akan sangat masif. Dan kalau saya liat draf RUPTL pemerintah bersama PLN ada peningkatan jumlah yang sangat signifikan PLTS.” Pungkasnya. (W/ZA)

Most Popular