Ilustrasi: Ketersediaan sayur mayur di pasar (foto/ist)

BusinessNews Indonesia – Implementasi  strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan juga komunikasi yang efektif) terbukti ampuh mengendalikan inflasi pada tahun 2018.

Menko Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP), Darmin Nasution juga menyampaikan, terjaganya inflasi yang berada di level 3,13 persen di tahun 2018 tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bekerja sama dengan pemda dan Bank Indonesia melalui implementasi strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan juga komunikasi yang efektif.

Strategi 4K tersebut menurutnya juga akan dilanjutkan untuk menjaga agar inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1 persen pada tahun 2019, dengan fokus pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

“Ke depan, pemda juga diharapkan dapat semakin berperan aktif dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun, serta melakukan inovasi-inovasi pengendalian inflasi. Pembangunan jalan provinsi, kabupaten dan kota yang terkoneksi ke jalan tol perlu dibangun, sehingga pusat pendukung produksi bisa terhubung langsung ke pasar. Selanjutnya adalah pembangunan pasar atau lapangan pengumpul, penyediaan trasnportasi barang, pemanfaatan platform eCommerce dan sistem pergudangan berbasis IT juga merupakan upaya-upaya penting yang akan mampu mendukung kelancaran dan efisiensi distribusi serta kesediaan pasokan,” tutur Darmin Nasution seperti dikutip beritasatu.com.

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menggelar rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi 2019 dengan tema “Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif,” di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (25/3/2019). Rakornas ke-10 tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, setidaknya ada tiga kata kunci yang termuat dalam tema rakornas tersebut. Pertama adalah sinergi, yang sudah ditunjukkan selama lima tahun terakhir sebagai kunci keberhasilan inflasi. Sinergi tersebut dilakukan dalam upaya menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan juga komunikasi yang efektif atau disingkat 4K.

Kata kunci kedua adalah adaptasi dalam pengendalian inflasi di berbagai daerah. Perry melihat sudah banyak adaptasi penggunaan teknologi informasi (IT) yang digunakan mulai proses produksi, distribusi, hingga pemasaran. Inovasi di berbagai daerah tersebut juga bisa direplikasi ke daerah lain, sehingga menjadi inovasi yang berskala nasional. Kata kunci selanjutnya adalah perdagangan antardaerah yang semakin tumbuh untuk mengoptimalkan lembaga ekonomi di perdesaan maupun BUMD.

“Melalui tiga hal tersebut yakni sinergi, inovasi maupun perdagangan antardaerah yang semakin kokoh, kami meyakini sasaran inflasi yang tahun ini 3,5 persen bisa tercapai,” kata Perry Warjiyo.

Bank Indonesia dan pemerintah di tingkat pusat dan daerah menurut Perry juga akan terus memperkuat koordinasi kebijakan melalui berbagai langkah strategis guna terus membawa inflasi dalam tren menurun dalam kisaran 3,0±1 persen pada 2020 dan 2021, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif. Untuk Inflasi IHK sampai Juni 2019 juga masih terkendali pada level 3,28 persen (yoy).

Kebijakan terakhir yang dikeluarkan BI adalah dengan menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali. (spm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here