Monday, April 19, 2021
Home Economy Pemerintah Siapkan Rp500 Miliar Subsidi Ongkir Belanja Lebaran Online

Pemerintah Siapkan Rp500 Miliar Subsidi Ongkir Belanja Lebaran Online

BusinessNews Indonesia – Demi untuk menstimulus daya beli masyarakat, pemerintah menyiapkan dana Rp500 miliar untuk menyubsidi ongkos kirim (ongkir) dari pembelian barang melalui daring (online) pada H-10 atau H-5 menjelang Idul Fitri 1422 Hijriah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (07/04/2021), mengatakan pemerintah menyiapkan pagelaran Hari Belanja Nasional (Harbilnas) pada H-10 dan H-5 untuk penjualan barang produk dalam negeri.

“Hari belanja nasional melalui online itu ditujukan untuk produk nasional dan pemerintah akan mensubsidi ongkos kirim,” kata Airlangga.

Ini adalah salah satu upaya stimulus untuk mendorong konsumsi masyarakat pada Ramadhan dan Lebaran. Perayaan bagi umat muslim tersebut memang kerap menjadi momentum pertumbuhan konsumsi masyarakat.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), kata Airlangga, telah berpesan agar tetap menjaga tren pemulihan ekonomi sembari terus memulihkan aspek kesehatan masyarakat dari pandemi COVID-19.

Baca juga: Sirclo Akuisisi Orami untuk Perluas Layanan Enabler

“Oleh karena itu (stimulus) yang terkait dengan demand side (permintaan) perlu dilanjutkan,” ujar dia.

Selain subsidi belanja daring ini, pemerintah juga menyiapkan beberapa stimulus lain seperti memastikan pihak swasta membayar Tunjangan Hari Raya kepada karyawan, penyaluran bantuan sosial berupa beras 10 kilogram, percepatan realisasi manfaat perlindungan sosial, dan penjaminan kredit usaha bagi sektor hotel, restoran dan kafe.

Baca juga: Kenapa Erick Thohir Khawatir BUMN tak Siap Bertransformasi?

“Khusus untuk kafe, restoran bisa menggunakan skema KUR di mana KUR diusulkan untuk diperpanjang 3 persen sampai tahun 2021 dan tentu pemerintah menyiapkan subsidi bunga sebesar Rp8,15 triliun,” ujar dia. (ed.AS/businessnews.co.id/antara).

Baca juga: Erick Tegaskan 15 Persen Pejabat Tinggi Perempuan di BUMN Tercapai 2021

Most Popular