Wednesday, May 12, 2021
Home Economy LPS Catat Simpanan Masyarakat Naik 9,7 Persen

LPS Catat Simpanan Masyarakat Naik 9,7 Persen

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan data simpanan bahwa masyarakat per Februari 2021 mencapai Rp 6.726 triliun.

Melalui data yang dikumpulkan dari 107 bank umum, 95 konvensional dan 12 syariah itu, LPS mencatat simpanan tersebut naik sebesar 9,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Jumlah rekening simpanan pada Februari 2021 tercatat 351.599.277, naik 15,5  persen yoy atau turun 0,3 mtm,” terangnya, dikutip dari Republika (6/4).

Berdasarkan data Februari 2021, terlihat ada peningkatan nominal simpanan untuk tiering nominal di atas Rp 5 miliar sebesar 3,6  persen mtm dan tumbuh sebesar 13,2 persen yoy menjadi Rp 3.283 triliun.

Baca juga: Undian Bertabur Hadiah, Maybank Tawarkan My Happy & Lucky bagi Nasabah dan Masyarakat

Baca juga: Dukung Sektor Prioritas, Kemenperin Pasok SDM Kompeten Industri Petrokimia

Meski demikian, nominal simpanan dengan tiering di bawah Rp100 juta turun sebesar 1,3 persen mtm, namun naik 5,9 persen yoy menjadi Rp 907 triliun. Dari total simpanan tersebut, deposito jadi jumlah yang terbanyak sebesar Rp 2.749 triliun atau 40,9 persen, lalu tabungan sebesar 31,4 persen atau Rp 2.114 triliun, giro sebesar 26,6 persen atau Rp 1.787 triliun, deposit on call sebesar 1,1 persen atau Rp 72 triliun dan sertifikat deposito sebesar 0,1 persen atau Rp 4 triliun.

Meski demikian, ketika dilihat kenaikan berdasarkan persentase maka giro adalah yang tertinggi sebesar 19,8 persen secara yoy, sedangkan sertifikat deposito jadi jenis simpanan yang turun terbesar mencapai 77,4 persen secara yoy.

“Data ini menjadi indikasi awal bahwa ekonomi bergerak ke arah yang lebih baik,” tambah dia.

Hal tersebut, kata dia, mencerminkan perekonomian sedang bergerak ke arah yang lebih cepat. Pertumbuhan giro yang tinggi dengan deposito yang mengalami penurunan mengindikasikan bahwa para pelaku ekonomi mulai bersiap untuk ekspansi melalui penambahan dana siap pakai lebih banyak.

“Penurunan deposito memperkuat indikasi perkembangan ini, karena pada saat pelaku ekonomi akan meningkatkan aktivitasnya, mereka akan menambah uang kasnya dengan mengurangi deposito,” tambahnya menerangkan.(W/ZA)

Baca juga: Asosiasi Petani Tebu Minta Pemerintah Naikan HET Gula Tani

Baca juga: Menaker: Pengusaha yang Telat Bayar THR Dikenakan Denda dan Sanksi

Most Popular