Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (foto/manado.tribunnews.com)

BusinessNews Indonesia – Direksi BUMN masih tidak akan mengalami perombakan hingga Oktober 2019, karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberi instruksi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno agar tidak merombak direksi BUMN hingga Oktober 2019.

Instruksi ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Alasan pelarangan tersebut karena masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan segera berakhir pada 20 Oktober 2019.

“Ini kan saat-saat kritis ya, relatif tinggal berapa bulan. Jadi, jangan sampai nanti punya beban ke depannya, itu aja sebenarnya,” kata Moeldoko di Istana Negara, kemarin, seperti dikutip okezone.com.

Diimbuhkan  Moeldoko, presiden meminta jajaran menterinya tidak membuat kebijakan srategis dan perombakan direksi BUMN saat sidang kabinet paripurna.

“Bukan hanya direksi BUMN. Jabatan-jabatan pada posisi tertentu yang levelnya mungkin level dirjen atau gimana. Tapi, perintah besarnya begitu, dan bukan hanya kepada Bu Rini tapi kepada semuanya, semua menteri tidak boleh lagi mengganti pada level tertentu, bisa direktur,” ujar Moeldoko.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan ada lima perusahaan yang akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPSLB).

Lima BUMN itu yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (spm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here