Wednesday, May 12, 2021
Home Cooperation OJK Jelaskan Keputusan Citibank Tutup Layanan Ritel Perbankan di Indonesia

OJK Jelaskan Keputusan Citibank Tutup Layanan Ritel Perbankan di Indonesia

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Terkait keputusan Citi bank yang menutup layanan ritel perbankan di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut buka suara.

Seperti diketahui, Citigroup Inc. mengumumkan perombakan strategi bisnis consumer banking global mereka. Pengumuman itu diumumkan bersamaan dengan rilis hasil kinerja keuangan untuk kuartal pertama 2021.

Jane Fraser, Citi CEO, menuturkan bahwa Citi akan fokus pada bisnis Global Consumer Bank di Asia dan EMEA (Europe, the Middle East, and Africa). Keputusan tersebut akan dibarengi dengan keluar dari bisnis consumer banking di 13 negara, termasuk dari Indonesia.

“Citi akan fokus pada global consumer bank di Asia dan EMEA melalui empat wealth center di Singapura, Hong Kong, UAE dan London. Oleh karena itu, Citi berencana untuk keluar dari bisnis konsumer di 13 wilayah. ” Bunyi pernyataan resmi yang dipublikasi pada Kamis (15/4) lalu.

Baca juga:

Neraca Perdagangan Maret Catatkan Surplus US$ 1,57 miliar

Pameran Motor Internasional 2021 Digelar, BSI Gencarkan Pembiayaan Oto

Mengenai hal tersebut, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, menuturkan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan Citi Indonesia. Pada hakikatnya, Citibank Indonesia masih menunggu keputusan detail karena belum terdapat rincian teknis pelaksanaan.

“Citibank Indonesia sudah berkomitmen untuk senantiasa mematuhi ketentuan di Indonesia dalam menindaklanjuti strategic direction ini. Bisnis consumer banking akan tetap berjalan (business as usual). Hingga direction dari global terkait timeline penutupan business consumer banking diterima.” kata Anto, dikutip dari Bisnis (17/4).

Dalam keterangan tersebut, Anto menuturkan bahwa OJK telah meminta Citibank untuk mengomunikasikan keputusan itu kepada semua pihak. Ia meminta agar nasabah baik segmen korporasi/konsersial (ICG) maupun consumer (GCB) serta segenap pemangku kepentingan dan otoritas terkait diberitahu.

Untuk diketahui bahwa penutupan segmen consumer banking tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Penutupan tersebut dilakukan 13 wilayah termasuk negara China, India, Australia, Polandia dan Rusia. (W/ZA)

Baca juga: Optimalkan Layanan Digital, CIMB Niaga Perkuat OCTO Mobile Jadi Super App

Most Popular