Sunday, November 28, 2021
HomeEconomyBTN: Ekspansi Perumahan Berdampak pada 174 Sektor lain dengan Nilai Rp48,8 T

BTN: Ekspansi Perumahan Berdampak pada 174 Sektor lain dengan Nilai Rp48,8 T

-

BusinessNews Indonesia – Pembangunan perumahan membawa dampak positif pada sektor lainnya. Setidaknya ada 174 sektor lain yang terdampak dengan total nilai sekitar Rp48,8 triliun.

Hal itu dikatakan oleh Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu dalam keterangan resminya kepada media, Jakarta, (08/03/2021) bahwa pertumbuhan sektor perumahan membantu percepatan upaya pemulihan ekonomi domestik.

Antara lain, Perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja karena untuk setiap rumah yang dibangun setidaknya membutuhkan sekitar lima pekerja.

Selain itu produksi dan perdagangan nasional pun dapat terdongkrak karena 90 persen bahan bangunan untuk mendirikan rumah merupakan produk lokal.

Belum lagi dari setiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

“Contoh nyata saja, setiap ada perumahan baru, pasti ada aktivitas ekonomi baru seperti warung, ojek, atau rumah makan. Dari kajian internal kami, sektor perumahan ini bisa berdampak pada 174 sektor lainnya yang bernilai hingga Rp48,8 triliun,” ujar Nixon.

Baca juga: BNI Bantu Siapkan Strategi UMKM Bertahan dan Bangkit Pasca Pandemi

Baca juga: Perluas Akses Pasar, BULOG Sinergi dengan Gojek

Nixon menuturkan ada lima sektor yang merasakan dampak dari ekspansi sektor perumahan, di antaranya sektor perdagangan, jasa real estat, perdagangan mobil dan motor, jasa pendidikan pemerintah, dan jasa keuangan perbankan.

“Dengan dampak berlipat ganda tersebut, peningkatan pada sektor lain juga dapat membantu mendongkrak PDB nasional,” katanya.

Hingga 31 Desember 2020 Bank BTN tercatat menyalurkan 90,26 persen kreditnya ke sektor perumahan atau setara Rp234,78 triliun.

Baca juga: BSI Tawarkan Berbagai Kemudahan Miliki Perumahan

Baca juga: Menperin: Patriotisme Modern itu Beli Produk Indonesia

Posisi tersebut naik dari porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan per 31 Desember 2019 sebesar 89,72 persen atau senilai Rp229,52 triliun. (ed.AS/businessnews.co.id/antara)

Related articles

spot_img

Latest posts