Bersinergi Geliatkan Sektor Parekraf, Menparekraf Undang 19 Duta Besar Anggota Uni Eropa

0
53
Bersinergi Geliatkan Sektor Parekraf, Menparekraf Undang 19 Duta Besar Anggota Uni Eropa
Bersinergi Geliatkan Sektor Parekraf, Menparekraf Undang 19 Duta Besar Anggota Uni Eropa

Jakarta, BusinessNews Indonesia– Sebanyak 19 Duta Besar yang tergabung di dalam Uni Eropa menghadiri pertemuan yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (14/10).


Pada kesempatan itu, Menprekraf bersama dengan 19 Duta Besar anggota Uni Eropa membahas beberapa hal, diantaranya pembangunan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis alam dan budaya. Lalu pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.


Kemudian, terkait karantina bagi diplomat dan pengunjung internasional, perjalanan domestik untuk anak di bawah 12 tahun, penerapan aplikasi PeduliLindungi, serta data transfer ekonomi kreatif.
“Suatu kehormatan bagi kami untuk melakukan pertemuan dengan para duta besar anggota Uni Eropa,” kata Menparekraf.


Menparekraf menjelaskan pertemuan ini perlu dilakukan karena sektor pariwiata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB negara.


Sebelum pandemi, devisa sektor pariwisata ada di posisi dua setelah minyak dan gas bumi. Oleh karena itu, Menparekraf Sandiaga menargetkan di tahun 2022 nilai devisa pariwisata dan kontribusi PDB pariwisata harus lebih ditingkatkan.


Menurut Menprekraf, pandemi memberikan berbagai pandangan baru mengenai pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahwa pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi fokus utama, karena saat ini bukan lagi numbers oriented atau kuantitas, tapi bagaimana dapat memberikan pengalaman yang berkualitas dan berkesan bagi wisatawan, serta memberikan kontribusi terhadap masyarakat setempat.


Menparekraf juga menyambut baik usulan kerja sama tersebut. Seperti diketahui, Menprekraf menargetkan untuk dapat meningkatkan nilai ekspor produk ekonomi kreatif hingga Rp16,83 triliun di tahun 2022, terlebih karena Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia untuk ekonomi kreatif setelah Amerika dengan Hollywood, dan Korea Selatan dengan K-Pop. (DAF/rilis)