Smartfren Telecom (FREN) Catatkan Laba Bersih Rp 24,98 Miliar di Kuartal I 2022

BusinessNews Indonesia – Emiten telekomunikasi, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sukses membukukan laba bersih senilai Rp 24,98 miliar pada kuartal I-2022. Perolehan ini menunjukkan perbaikan kinerja dari perusahaan telekomunikasi tersebut, di mana, pada periode yang sama tahun 2021, FREN masih mencatat rugi bersih Rp 396,82 miliar.

Direktur Utama Smartfren Telecom Tbk Merza Fachys mengungkapkan, dengan raihan ini perseroan optimistis kinerja akan bertumbuh sesuai target. Seperti diketahui, FREN menargetkan pendapatan dapat tumbuh di atas 10% di tahun 2022.

“Kami masih optimistis dapat mencapai target pendapatan di tahun ini. Kenaikan revenue di kuartal pertama yang baik sekali menjadi faktor utama,“ ujar Merza dilansir Kontan.co.id, Senin (30/5).

Pada tiga bulan pertama tahun ini, FREN mencetak pendapatan usaha Rp 2,67 triliun, atau naik 11,30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2,40 triliun.

Pendapatan usaha FREN sebagian besar dikontribusikan oleh pendapatan data Rp 2,40 triliun pada periode Januari-Maret 2022, naik 9,09% dari Rp 2,20 triliun pada kuartal I-2021.

Kemudian, pendapatan non-data FREN berkontribusi Rp 69,96 miliar, naik 8,78% dari sebelumnya Rp 64,31 miliar, dan jasa interkoneksi menyumbang Rp 49,87 miliar, dari sebelumnya Rp 46,32 miliar. Terakhir pendapatan lain-lain berkontribusi Rp 151,76 miliar, dari sebelumnya Rp 90,98 miliar.

Adapun, emiten grup Sinar Mas ini mencatatkan pendapatan usaha Rp 10,45 triliun di sepanjang tahun 2021. Pendapatan Smartfren tersebut naik 11,15% dari pendapatan tahun 2020 yang tercatat Rp 9,4 triliun.

Sementara di tahun ini, Smartfren dijadwalkan akan membangun fasilitas data center berkapasitas 1.000 MW melalui jalinan kemitraan dengan perusahaan asal Abu Dhabi, Group 42 (G42). Perencanaan tersebut rencananya akan dimulai di tahun ini dengan melakukan pembangunan secara bertahap.

 

Guna memuluskan langkah ekspansi di tahun ini, FREN menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 200 juta. Saat ini, FREN mengklaim perseroan telah menjangkau sekitar 80% dari total populasi di Indonesia dengan tersedia di lebih dari 200 kota.

Comments are closed.