Tiga Emiten BUMN Tambang dan Energi Kompak Bagikan Dividen Jumbo Tahun Buku 2021

BusinessNews Indonesia – Tahun 2022 ini menjadi tahun penuh berkah bagi pemegang saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tambang dan energi. Tiga BUMN yang bergerak di bidang tambang yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) bersiap membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya.

Porsi dividen terbesar diberikan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Emiten tambang batubara ini mengalokasikan seluruh alias 100% dari laba bersih tahun buku 2021 sebagai dividen.

PTBA membukukan laba bersih senilai Rp 7,90 triliun per akhir Desember 2021. Laba ini melesat 231,47% dari laba bersih PTBA di tahun sebelumnya. Ini merupakan laba bersih tertinggi yang diraih sepanjang sejarah PTBA.

Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail menyebut, salah satu pertimbangan pembagian dividen ini adalah posisi arus kas PTBA yang masih melimpah.

“Melihat cash flow PTBA yang ada relatif besar, seluruh laba 2021 senilai Rp 7,9 triliun dibagikan sebagai dividen tidak akan mengganggu kondisi kas kami. Pembangunan PTBA ke depan masih tersedia dana,” ungkap Arsal di Jakarta baru-baru ini.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga menyetujui penetapan pembagian dividen tahun buku 2021. Emiten tambang emas dan nikel ini memutuskan bahwa sebesar 50% dari laba bersih tahun 2021 atau Rp 930,87 miliar dibagikan sebagai dividen. Sementara sisanya sebesar 50% atau Rp 930,87 miliar dicatat sebagai saldo laba.

Sebagai informasai, ANTM membukukan laba bersih sebesar Rp 1,86 triliun pada 2021. Laba bersih ini melonjak 61,96% dibandingkan dengan laba bersih di 2020 yang hanya Rp 1,15 triliun.

PT Timah Tbk (TINS) juga membagikan dividen untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 455,97 miliar. Jumlah ini setara dengan 35% dari laba bersih 2021. Setiap pemegang satu saham TINS akan memperoleh dividen senilai Rp 61,22.

Tak hanya emiten tambang, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang merupakan BUMN energi juga akan membagikan deviden tahun buku 2021 sebesar US$ 205,95 juta atau setara Rp 3,01 triliun.

Perlu diketahui, alokasi dividen tersebut setara dengan 67,78% dari laba bersih PGAS senilai US$ 303,82 juta pada tahun 2021.

Direktur Utama Perusahaan Gas Negara Muhammad Haryo Yunianto mengatakan, pembagian dividen ini merupakan keputusan pemegang saham.

“Pembagian dividen ini dengan memperhatikan kemampuan kas yang masih aman,” ungkap Haryo dilansir dari Kontan.co.id, Minggu (29/5).

Sebagai tambahan, emiten dengan nama beken PGN ini berhasil memperbaiki kinerja keuangan sepanjang tahun lalu. PGAS membukukan laba bersih senilai US$ 303,82 juta di 2021. Realisasi ini membaik dari tahun lalu dimana PGAS membukukan kerugian bersih hingga US$ 264,77 juta.

Dengan kenaikan kinerja tahun lalu, Haryo meyakini ke depan kinerja PGAS akan membaik dari tahun ini.

(TN)

Comments are closed.